SuaraLampung.id - Pelayanan di Samsat Kalianda, Lampung Selatan, mendapat sorotan dari para wajib pajak. Wajib pajak mengeluhkan terhentinya pelayanan selama empat jam di Samsat Kalianda, Rabu (8/12/2021).
Terhentinya pelayanan di Samsat Kalianda, Lampung Selatan, selama empat jam ini disebabkan listrik padam. Alhasil wajib pajak harus menunggu menyalanya listrik untuk membayar pajak kendaraan.
Salah satu pengunjung Samsat Kalianda asal Tanjung Bintang bernama Sisri, harus menunggu sampai empat jam karena listrik padam. Ia datang ke Samsat Kalianda pada pukul 09.00. Namun hingga pukul 13.00 SIsri tidak juga mendapat pelayanan.
"Iya mati listrik sejak pagi belum ada pelayanan apapun dari pihak Samsat, padahal kami jaraknya jauh. Semua layanan masyarakat jadi terhambat, baik itu mau bayar pajak, urus BPKB, dan lainnya," kata Sisri dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Ari, warga Natar, juga mengalami hal serupa. Ia mengaku sudah sejak pagi antre di Samsat. Ari menilai, seharusnya pihak pemerintah menyediakan generator listrik atau genset khusus di tempat pelayanan masyarakat.
"Iya kecewa, sudah jauh-jauh datang ke Samsat mau urus perpanjangan TNKB harus terhambat. Kecewa kalau harus balik lagi besok harinya ke Samsat, harusnya pemerintah menyediakan genset di Samsat Kalianda ini," ujar Ari.
Sementara itu, salah satu pegawai Samsat Kalianda menyebutkan, sebenarnya di Samsat Kalianda sudah disediakan genset, namun alat tersebut sudah lama rusak. "Ada sebenarnya alat gensetnya, tapi itu rusak, kami sudah minta ke Pemprov untuk segera perbaiki, tapi belum ada kejelasan," jelas pegawai yang enggan disebutkan namanya ini.
Dari pantauan Lampungpro.co, puluhan masyarakat masih mengantre di Samsat Kalianda, sembari menunggu listrik hidup. Pelayanan baru bisa dibuka sekitar pukul 13.00 WIB.
Baca Juga: Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Mayat Wanita tanpa Busana di Sabah Balau
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sabotase di Pesisir Kalianda: Saat Parang Mengincar Mangrove Pantai Aruna
-
Gerak-gerik Mencurigakan, 2 Pemuda Langsung Digeledah Warga Rajabasa: Hasilnya Mencengangkan!
-
Misi Gula Tanpa Impor: Siasat Rp1,7 Triliun Amran Sulaiman di Jantung Tebu Lampung
-
Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Divonis 5 Tahun: Wajib Ganti Rp7,8 Miliar
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Dirut BRI Hery Gunardi Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka