SuaraLampung.id - Wahyuniati Al-Waly atau akrab disapa Umi Yuni menceritakan detik-detik meninggalnya sang anak Ameer Azzikra. Ameer Azzikra meninggal dunia pada Senin (29/11/2021) di Rumah Sakit EMC Sentul City.
Umi Yuni lah yang mendampingi Ameer Azzikra di saat-saat terakhirnya. Ameer berada di rumah sakit selama 4 hari. Tiga hari pertama Ameer ditemani sang istri Nadzira Shafa.
Pada hari keempat sang istri jatuh sakit. Ameer meminta Umi Yuni yang menemaninya di rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, Ameer langsung memeluk dan mencium ibunda.
Menurut Umi Yuni, Ameer sempat meminta maaf karena akan merepotkan ibunda yang mengurusnya di rumah sakit. Selama tiga hari di rumah sakit, badan Ameer panas. Ia batuk dan tidak bisa makan karena selalu muntah. Selain itu, badan Ameer juga lemas dan tidak bisa buang air besar.
Di hari keempat saat Umi Yuni datang, Ammer minta ke kamar mandi ingin bersih-bersih. Namun perawat melarang karena Ameer hanya diperbolehkan beraktivitas di tempat tidur.
Ini karena saat itu trombosit Ameer hanya 30 ribu sementara normalnya 400 ribu. Perawat takut Ameer pingsan di kamar mandi dengan kondisi lemas seperti itu. Namun Umi Yuni memperbolehkan.
"Sempat berdebat dengan suster. Aku bilang suster tenang aja biar saya yang urus Ameer," cerita Umi Yuni dikutip dari YouTube Baba Syukur.
Umi Yuni menuntun Ameer ke kamar mandi. Ia memandikan Ameer persis seperti yang ia lakukan kepada suaminya Ustaz Arifin Ilham dua tahun lalu.
"Saya bersihin, mandiin, cebokin, persis yang Yuni lakuin ke Kak Arifin sebelum Kak Arifin ke ruang ICU. Persis banget," ujar Yuni. Setelah mandi, Yuni mengantar Ameer ke ruang ICU. Saat itu kondisi Ameer masih biasa saja.
Baca Juga: Alvin Faiz Ungkap Postingan Sang Adik, Ameer Azzikra Ngeluh Mau Istirahat
Di ICU, Umi Yuni memegangi tangan Ameer dan menyemangati Ameer. Umi Yuni meminta Ameer untuk selalu zikir ingat Allah dan harus salat dalam keadaan apapun.
"Habis itu dia seperti ga mau lepasin tangan Umi saat dokter bilang keluarga harus keluar dari ruang ICU," kata Yuni.
Satu jam kemudian, dokter bilang sepertinya jantung Ameer berhenti. Mulailah jantung Ameer dipompa. Saat itu jantung Ameer sempat stabil kembali.
"Mungkin ketika normal itu juga sama yang terjadi dengan Kak Arifin untuk menyenangkan keluarganya sesaat. Kak arifin juga begitu," kata Yuni.
Mengetahui jantung Ameer normal lagi, keluarga pulang semua. Tinggal Yuni tersisa di rumah sakit. Setengah jam kemudian, dokter kembali memberitahu Ameer kembali dipompa jantungnya.
"Disitu Yuni ga mau buang waktu, langsung ditalkin. sama seperti yang Yuni lakukan ke Kak Arifin. Tuntun dia talkin sekeras-kerasnya. Sampai akhirnya dokter bilang Ameer sudah tidak ada," cerita Yuni.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Malam Berdarah di Pringsewu: Usai Habisi Nyawa Mantan Istri, Heru Coba Bunuh Diri
-
Menjual Pesona Masa Lalu: Misi Besar Bandar Lampung Ubah Bangunan Bersejarah Jadi Magnet Rupiah
-
Tak Sekadar Pulang, PMI Dibantu BRI Wujudkan Mimpi Jadi Pengusaha
-
Bukan Sekadar Bangunan Tua, Rumah Daswati Diusulkan Jadi Cagar Budaya: Begini Nasibnya Sekarang
-
Gunung Anak Krakatau Siaga Level II! Kapal Wisata Dilarang Nekat Mendekat