SuaraLampung.id - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Metro merekomendasikan dua bangunan untuk ditetapkan menjadi cagar budaya.
Dua bangunan yang direkomendasikan sebagai cagar budaya di Metro adalah Menara Masjid Taqwa dan Gedung Health Centre yang kini menjadi Kantor RSU A Yani Metro.
Anggota TACB Metro Ika Pusparini mengatakan bahwa TACB telah menyampaikan surat rekomendasi penetapan Masjid Taqwa dan Gedung Health Centre sebagai cagar budaya ke Wali Kota Metro.
“Kajian dan rekomendasi penetapan sudah disampaikan kepada Wali Kota Metro untuk ditelaah paling lama satu bulan sebelum ditetapkan,”jelasnya melalui siaran pers.
Sementara itu Kasie Cagar Budaya Disdikbud Heri S Widarto menjelaskan TACB Metro juga tengah berusaha menyelesaikan kajian terkait Rumah Asisten Wedana Metro.
“Terkait bangunan ini kajian sejarahnya telah diselesaikan hanya kajian pemanfaatan yang belum selesai karena masih harus kami koordinasikan dengan OPD terkait agar tidak terbengkalai bila nantinya sudah ditetapkan,” jelasnya.
Ketua TACB Metro I Made Giri Gunadi mengatakan bahwa rekomendasi penetapan ini sendiri berasal dari sejumlah kajian yang dilakukan.
“Kajian tidak hanya berupa kajian dokumen tapi juga wawancara pada beberapa narasumber yang relevan. Tahun ini kami sudah menyelesaikan empat kajian dan rekomendasi penetapan dan dua sudah ditetapkan beberapa waktu lalu”jelas arkeolog museum Lampung tersebut.
Dosen IAIN Metro Ahmad Muzaki yang juga Anggota TACB Metro menjelaskan urgensi penetapan menara Masjid Taqwa sebagai cagar budaya.
Baca Juga: Gratis, Yuk Kunjungi Wisata Sumur Putri di Bandar Lampung
Masjid Taqwa Metro dibangun dengan swadaya masyarakat berdiri pada tanggal 21 Juli 1967. Menara Masjid Taqwa Kota Metro Metro secara arsitektur menganut gaya bangunan Timur Tengah yang dipadukan dengan unsur lokalitas masyarakat setempat.
"Menara masjid ini memiliki arti khusus bagi sejarah Kota Metro, karena di lokasi ini terjadi peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Metro, diantaranya sebagai titik awal dari penyebaran atau syiar Islam di Metro,”jelasnya.
Sementara itu Kabid Kebudayaan Disdikbud Metro Seprita menjelaskan Gedung health Centre direkomendasikan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai sejarah, arsitektur yang unik serta telah berusia lebih dari 50 tahun.
Pada 1958 mulai didirikan pusat-pusat layanan kesehatan masyarakat atau Health Centre (HC) di 8 lokasi percontohan salah satunya di Metro.
Dari HC inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Puskesmas seperti yang kita kenal saat ini. HC Metro pada masanya berperan penting merawat pasien malaria, mengurangi, kematian bayi, ibu hamil dan berbagai penyakit lainnya .
"Bangunan ini juga memiliki arsitektur gaya jengki yang banyak mengambil unsur elemen dari arsitektur indis, tradisional dan modern yang menjadi penanda perkembangan pengetahuan arsitektur,”jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal
-
Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander
-
Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni
-
Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api
-
Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru