Melihat Fauzi tercebur ke laut, spontan Miswanto berupaya menolong. Ia mengikatkan tali tambang ke tubuhnya lalu menceburkan diri ke laut mencari Fauzi. Sayang upaya Miswanto gagal. Fauzi menghilang di tengah lautan.
Kecerobohan Syahbandar
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Lampung Timur Andi Baso, menegaskan peristiwa hilangnya Fauzi di perairan Labuhan Maringgai, Senin (4/10/2021) karena kelalaian pegawai Syahbandar.
Seharusnya, kata dia, sebelum kapal berangkat berlayar, Syahbandar memeriksa kapal beserta awaknya terkait alat pengamanan dan kondisi kapal.
"Bisa kami katakan 80 persen dari jumlah 1.600 kapal yang ada di pesisir Lampung Timur, tidak pernah terpantau oleh Syahbandar, baik keberangkatan ataupun kepulangan," tegas Andi Baso.
Kata dia, peristiwa nelayan tenggelam sudah sering terjadi di perairan Laut Lampung Timur. Namun menurut Andi, pemerintah seperti abai.
Artinya tutur dia perlu adanya penekanan dari Syahbandar kepada pemilik kapal agar aktif administrasi terkait keberangkatan atau kepulangan berlayar.
"Apa tujuannya, kalau administrasi itu lengkap, ketika terjadi musibah seperti yang dialami Fauzi, bisa melakukan klaim asuransi," terang Wakil HNSI Lampung Timur.
Menanggapi pernyataan Wakil HNSI Lampung Timur, Kepala Syahbandar pelabuhan Labuhan Maringgai, Zainal menjelaskan mayoritas pengusaha kapal tidak pernah melakukan laporan ketika hendak berlayar.
Baca Juga: Nelayan Hilang di Perairan Labuhan Maringgai Lampung Timur Belum Ditemukan
Artinya hampir semua nelayan melakukan aktivitas di laut dengan cara ilegal (tidak resmi).
"Saya aja tidak tau ada kecelakaan nelayan di Labuhan Maringgai, meskipun saya menjabat kepala Syahbandar, karena kami tidak pernah mendapat pelaporan ketika hendak berlayar," terang Zainal.
Biar pun begitu, kata Zaina, bukan berarti Syahbandar tidak pernah melakukan penindakan, tapi nelayan sendiri yang tidak pernah melakukan koordinasi kepada syahbandar, baik keberangkatan berlayar atau kepulangan dari berlayar.
"Bisa diasumsikan salah Syahbandar atau salah nelayan, jika berlayar dengan cara ilegal, mayoritas nelayan di Lampung Timur berlayar dengan cara kucing kucingan," tegas Zainal.
Terjunkan Dua Kapal Lakukan Pencarian
Kasat Polairud Polres Lampung Timur, AKP Mawardi menjelaskan pencarian korban masih berjalan. Hari ini Rabu (6/10/2021), petugas menerjunkan dua kapal, dengan melibatkan 3 personel Polairud dan 6 personel dari Basarnas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, BPBD Lampung: Belum Ada Dampak Abu Vulkanik
-
Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
-
Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci
-
Gerebek Sarang Narkoba di RE Martadinata, Polresta Bandar Lampung Ringkus 2 Pengedar dan 1 Pemakai
-
Makin Beragam, Ini Tiga Reksa Dana Baru dari BRI Wealth Management