Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Minggu, 15 Agustus 2021 | 11:45 WIB
Ilustrasi Tugu Adipura Bandar Lampung. Sejarah Kota Bandar Lampung. [Wikipedia]

Awal abad ke-15, Telukbetung menjadi tempat berkumpulnya pedagang-pedagang yang membawa barang-barangnya melalui aliran sungai dan pantai antara lain melalui Pelabuhan Sukamenanti (sekarang bernama Gudang Agen).

Pada Agustus 1682, Belanda menjadikan Desa Kuripan Pesisir, Perwata, dan Telukbetung  sebagai pabean. Yaitu tempat penimbunan lada dari seluruh pelosok Lampung

Pada tahun 1847, Belanda menjadikan Telukbetung sebagai tempat kedudukan penguasa  pemerintahan.

Sementara Tanjungkarang yang letaknya lebih tinggi, awal abad 19 mulai tumbuh mengarah sebagai kota.

Baca Juga: Fakta Operasi Densus 88 di Lampung, Tangkap 7 Terduga Teroris

Saat itu Tanjungkarang menjadi tempat persinggahan pada pedagang yang membawa rempah-rempah dari pelosok Lampung. 

Mulanya di daerah Simpur hanya berupa pasar sederhana. Hingga Tanjungkarang berkembang menjadi sebuah pasar kota yang lebih lengkap dan ramai. 

Pemerintah Belanda melihat Tanjungkarang lebih baik dan lebih sehat hawanya. Belanda lalu mulai mengarahkan Tanjungkarang menjadi kota teratur. 

Belanda menjadikan Tanjungkarang sebagai tempat tinggal yang berpusat di Enggal. 

Para pejabat dan pegawai tinggi Belanda tinggal di Tanjungkarang. Sementara Telukbetung dijadikan pusat perdagangan serta perkantoran. 

Baca Juga: 16 Kios di Stadion Way Dadi Sukarame Ambruk DIterpa Angin Kencang

Di tahun 1850, Telukbetung dijadikan pusat pemerintahan Belanda untuk daerah Lampung.  Meletusnya Gunung Kratatau di tahun 1883, membuat Telukbetung porakporanda. 

Load More