Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Minggu, 15 Agustus 2021 | 11:45 WIB
Ilustrasi Tugu Adipura Bandar Lampung. Sejarah Kota Bandar Lampung. [Wikipedia]

Bergabungnya tiga kecamatan baru ini membuat nama Tanjungkarang-Telukbetung tak lagi relevan. 

Sementara untuk menambah penamaan tiga kecamatan dinilai terlalu panjang. 

Karena itu dipilihlah nama Bandar Lampung. Bandar di sini diambil karena dinilai kota pelabuhan yaitu pintu gerbang tempat keluar masuk orang dan barang. 

Hasil-hasil bumi dari kabupaten lain dikeluarkan ke luar melalui Kota Bandar Lampung sebelum dikirim ke provinsi lain utamanya Pulau Jawa. 

Baca Juga: Fakta Operasi Densus 88 di Lampung, Tangkap 7 Terduga Teroris

Oleh karena itu Bandar Lampung adalah bandar bagi daerah Provinsi Lampung. 

Dimulai dari Telukbetung

Sejarah Kota Bandar Lampung dimulai dari Telukbetung.  Pada 17 Juni 1682, utusan Kesultanan Banten Pangeran Aria Dipati Ningrat memberi keterangan resmi kepada Residen Banten William Caaf bahwa Teloek Betoeng di tepi laut Teluk Lampung adalah daerah kuasa Banten. 

Jalan Diponegoro Bandar Lampung disekat, Minggu (8/8/2021). [Lampungpro.co]

Saat itu ditunjuk Dipati Teloek Betoeng Temenggung Nata Negara. 

Sebelumnya nama Telukbetung dikenal dengan nama Suti Karang. Namun nama Telukbetung lebih lazim disebut karena memang daerah yang banyak teluknya. 

Baca Juga: 16 Kios di Stadion Way Dadi Sukarame Ambruk DIterpa Angin Kencang

Dinamakan Telukbetung, selain karena berada di daerah teluk, wilayah ini berada di bawah kaki Bukit Betung. 

Load More