Wakos Reza Gautama
Minggu, 08 Agustus 2021 | 08:17 WIB
Ilustrasi media sosial. Seorang ibu menghapus akun media sosial sang anak yang merupakan influencer. [pexels.com]

"Aku tidak mau dia mengiklankan pakaian dari bahan polyester yang mudah terbakar buatan China. Aku tidak mau putriku yang cemerlang menari setiap hari seperti babon yang dilatih."

"Ini generasi yang menyedihkan untuk menganggap itu sebagai popularitas," tegasnya.

Di sisi lain, keputusan Fernanda ini mendapat dukungan dari ibu-ibu lainnya. Namun, banyak remaja menganggapnya sebagai ibu yang terlalu mengatur.

Sementara, Valentina atau Nina Rios mengungkap bahwa dirinya marah dengan keputusan tersebut.

Ia juga tidak tahu apakah dirinya akan kembali menggunakan media sosial.

"Aku jelas tidak senang. Aku cukup marah."

"Aku akan memilih (kapan kembali ke media sosial). Saat ini, aku tidak mau. Ini akan menjadi sesuatu yang menyulitkanku dan membuat situasi menjadi lebih parah," ungkap influencer 14 tahun ini.

Load More