"Aku tidak mau dia mengiklankan pakaian dari bahan polyester yang mudah terbakar buatan China. Aku tidak mau putriku yang cemerlang menari setiap hari seperti babon yang dilatih."
"Ini generasi yang menyedihkan untuk menganggap itu sebagai popularitas," tegasnya.
Di sisi lain, keputusan Fernanda ini mendapat dukungan dari ibu-ibu lainnya. Namun, banyak remaja menganggapnya sebagai ibu yang terlalu mengatur.
Sementara, Valentina atau Nina Rios mengungkap bahwa dirinya marah dengan keputusan tersebut.
Ia juga tidak tahu apakah dirinya akan kembali menggunakan media sosial.
"Aku jelas tidak senang. Aku cukup marah."
"Aku akan memilih (kapan kembali ke media sosial). Saat ini, aku tidak mau. Ini akan menjadi sesuatu yang menyulitkanku dan membuat situasi menjadi lebih parah," ungkap influencer 14 tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bukan Begal! Viral Video Penangkapan di Bandar Lampung Ternyata Kasus Kotak Amal
-
Bui Bukan Lagi Jawaban Tunggal: Saat Sapu dan Cangkul Jadi Hukuman Baru di Lampung
-
Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Misi Satelit Lampung-1: Saat Mata AI di Luar Angkasa Kawal Ladang Singkong