SuaraLampung.id - Berbagai kalangan memberikan dukungan terhadap pendirian Rumah Informasi Sejarah Dokterswoning di Kota Metro, Lampung.
Dari Anggota DPR hingga Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung ikut memberikan perhatian terhadap pendirian Rumah Informasi Sejarah Dokterswoning di Kota Metro.
Ahmad Satibi dari Sahabat Dokterswoning mengatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Hefinur misalnya ikut memberikan dukungan satu set kursi Jepara pada saat HUT Adhyaksa beberapa waktu lalu.
“Hal tersebut menujukan kepedulian yang tinggi dari kejaksaan terhadap upaya pelestarian cagar budaya di Lampung dan Metro khususnya,”ungkap pria yang akrab disapa Tibi tersebut melalui siaran pers, Senin (26/7/2021).
Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan berharap dukungan Kejati Lampung terhadap pelestarian cagar budaya bisa diikuti oleh Kejari di seluruh Lampung.
Selain Kepala Kejati Lampung, perhatian juga datang dari Taufik Basari, anggota DPR RI.
Taufik ikut berpartisipasi mendukung kursi untuk ruang audio visual.
“Mas Taufik juga berencana mengunjungi cagar budaya ini usai PPKM nanti,” tambahnya.
“Momentum Hari Adyaksa beberapa waktu lalu menjadi mula kepedulian cagar budaya yang harapannya akan menyebar ke berbagai kalangan,”ujarnya.
Baca Juga: Kasus Penimbunan Obat Covid di Jakarta Barat, Polisi Klaim Kantongi Nama Tersangka
Ahmad Khumaedi relawan Sahabat Dokterswoning lainya mengatakan dukungan juga datang dari Ketua Pengadilan Negeri Sukadana, Hakim PTUN Surabaya hingga Hakim Yustisial Mahkamah Agung.
“Ada yang menyumbang TV kuno, sound system, LCD lengkap dengan layarnya dan uniknya kebanyakan sumbangan berasal dari luar Metro dan jami membuka partisipasi dan kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai kalangan” ungkapnya.
Midi yang berprofesi sebagai desainer interior dalam kegiatan ini mengaku senang bahwa apa yang dikerjakannya bersama teman-teman lainnya mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
“Secara garis besar desain rumah informasi sejarah ini terdiri dari ruang informasi sejarah Metro, ruang audio visual dan ruang baca bagi pengunjung,didalamnya juga akan diletakan patung para mantan Walikota dari masa ke masa” tambahnya.
Sejarawan Kian Amboro menambahkan bahwa tidak hanya pejabat dukungan juga berasal dari kalangan swasta dan masyarakat biasa.
“Sebuah Perusahaan Konsultan di Metro juga menyumbangkan 1 unit smart tv untuk display di ruang utama Rumah Informasi Sejarah, Ada juga yang menyumbang lukisan sketsa, hal ini membuktikan bahwa kepedulian bisa datang dari berbagai kalangan tentunya ini menyemangati kami semua sebagai para pegiat sejarah,”ungkap Mahasiswa Doktoral UNS Surakarta tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Sebulan Menghirup Udara Bebas: Bedu Kembali Masuk Bui Usai Gasak Motor di Ponpes Kotabumi
-
Tragedi di Kebun Abung Semuli: Jilbab Robek Disabet Badik, Begal Sadis Ini Akhirnya Tumbang
-
Kepulangan Ibu yang Berujung Tangis: Sang Anak Dihabisi Masa Depannya di Kandang Kambing
-
BRI: Srikandi Pertiwi Diharapkan Dapat Perkuat Semangat Perempuan untuk Terus Berkembang
-
Ditangkap di Rajabasa, Jejak Kelam Pencuri Motor yang Tukar Hasil Kejahatan dengan Sabu