SuaraLampung.id - Anda pasti familiar dengan produk biskuit satu ini. Ya Khong Guan. Biskuit Khong Guan biasanya menjadi makanan yang ada di saat lebaran.
Jika anda tahu dengan biskuit Khong Guan, anda pasti akan selalu ingat dengan lukisan yang ada di kemasannya. Lukisan itu menggambarkan keluarga yang sedang menyantap biskuit.
Lukisan ini menjadi salah satu lukisan ikonik dimana orang akan selalu mengingatnya. Namun ada satu kejanggalan dari lukisan di kemasan biskuit Khong Guan.
Jika anda cermati, dalam lukisan itu tidak ada sosok ayah. Yang ada hanya seorang ibu dan dua anaknya. Mengapa itu terjadi? Simak jawabannya dari si pelukis lukisan Khong Guan.
Dalam video yang diunggah oleh ANTARA News di Youtube, diketahui bahwa sosok pelukis gambar legendaris tersebut adalah Bernardus Prasodjo. Ia lantas menjelaskan mengapa dalam gambarnya itu tak ada sosok ayah.
"Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ. Karena yang belanja ibunya kok," ujar Bernardus.
Bernardus juga menjelaskan bagaimana ia membuat gambar itu. Dimulai dengan menawarkan sketch lukisan, jika disetujui maka akan dilanjutkan dengan proses pengerjaan.
"Kita sketch dulu. Kira-kira seperti ini mau gak. Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis," tutur Bernardus.
Berdasarkan penuturan Bernardus, inspirasi gambar tersebut datang dari sebuah majalah yang sudah lusuh. Menurutnya, hasil yang sekarang dipajang di kemasan Khong Guan itu tak jauh beda dari gambar yang dijadikan inspirasi.
Baca Juga: Tak Ada Sosok Ayah di Gambar Kaleng Khong Guan, Ternyata Ini Alasannya!
"Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja," paparnya.
Sosok Bernardus Prasodjo ini juga sempat viral di Twitter beberapa waktu lalu. Sang anak, yang bernama Andreas Prasaja sempat memperkenalkan sang ayah ke khalayak sebagai sosok pencipta gambar tersebut.
"Ini ayah saya pelukis gambar keluarga pada kaleng biskuit Khong Guan dengan karya lainnya: logo syrup Marjan," tulis Andreas lewat akun Twitternya.
"Wafer Nissin, logo gandys, logo hero yg lama, beberapa kaleng biskuit lain juga sih..." lanjutnya menyebutkan produk yang gambarnya diciptakan oleh sang ayah.
Pada 5 Mei 2021, terdapat sebuah akun Twitter yang juga membahas soal Bernardus dan hasil karyanya. Akun tersebut juga menyampaikan salam hormat untuk Bernardus.
"Mendekati Lebaran, semua akan teringat karya fenomenal Pak Bernardus Prasodjo, Pelukis Kaleng Khong Guan. Beliau adalah Ayahanda Dok @prasadja Salam Hormat utk Sang Legenda.. *tolong tanyakan beliau, itu Bapak Khong Guan lagi kemana?" tulis akun Twitter @CakBambangelf.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung