SuaraLampung.id - Vaksinasi Covid-19 bagi lansia digelar di aula Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Selasa (23/3/2021).
Program vaksinasi Covid-19 ini diikuti sebanyak 200 lansia di Kelurahan Rajabasa Raya, Kota Bandar Lampung. Namun ada beberapa lansia yang gagal divaksin.
Penyebabnya beragam. Salah satunya adalah karena tensi darah yang tinggi. "Tensi darah tak boleh lebih dari 180/110," kata dokter Rizky yang melayani para lansia sebelum divaksin dilansir dari Lampungpro.co---jaringan Suara.com.
Lansia yang mengalami tensi tinggi, kata Rizky, ditunda selama dua minggu. Warga diminta untuk kontrol ke puskesmas agar diberi obat penurun tensi. Setelah itu, baru bisa divaksin. "Kami akan kembali ke sini untuk vaksinasi lansia yang ditunda" kata Rizky.
Selain itu, vaksinasi juga ditunda karena batu, pilek, riwayat jantung, dan kanker. Penundaan sambil minta rekomendasi dokter yang merawat. "Jika sudah ada rekomendasi boleh datang untuk divaksin," kata dokter Yustira yang juga ikut melayani lansia.
Vaksinasi lansia di Bandar Lampung dimulai sejak 5 Maret 2021. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ada 34.592 warga lanjut usia di Bandar Lampung menjadi target sasaran vaksinasi Covid-19.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, vaksinasi bagi lansia untuk menjaga imunitas dari paparan Covid-19. "Vaksinasi ini dilakukan di ibu kota provinsi dulu, baru nanti ke kabupaten," kata Reihana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mimpi Bandar Lampung Menyulap Kawasan Pesisir Menjadi Front City Kelas Dunia
-
Memburu Nakhoda Kampus Hijau: Panitia Pilrek Unila Janjikan Netral
-
BRI KKB National Expo Catat Rekor MURI, Hadirkan Penawaran Pembiayaan di 131 Lokasi
-
Penangkapan Berujung Duka di Lamtim: Benarkah Nenek Sakdiyah Wafat Karena Syok Saat Digerebek?
-
Misteri di Balik Gerbang Kafe Bunga Way Laga: Sudarto Ditemukan Mati dalam Kesunyian