- Ketua Panitia Muhammad Akib menegaskan Pilrek Unila 2027-2031 pada Kamis (21/8/2026) akan dijalankan secara netral, objektif, dan transparan.
- Panitia melarang keras kampanye hitam dan mewajibkan seluruh bakal calon menandatangani komitmen bersaing secara sehat melalui adu gagasan.
- Pemilihan ini melibatkan tiga kandidat serta menggunakan rumus bobot suara 65 persen Senat Unila dan 35 persen Menteri Pendidikan.
SuaraLampung.id - Genderang persaingan memperebutkan kursi orang nomor satu di Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031 mulai bertabuh. Panitia pemilihan memastikan panggung kali ini akan berdiri di atas fondasi integritas yang kokoh.
Di bawah sorotan publik yang mendambakan kepemimpinan bersih, Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unila, Muhammad Akib, menegaskan panitia akan berdiri netral dan bebas dari segala bentuk benturan kepentingan.
"Kami berkomitmen menghindari benturan kepentingan dengan calon tertentu. Seluruh proses akan dijalankan secara tertib, objektif, transparan, dan akuntabel," tegas Akib, Kamis (21/8/2026).
Unila tampaknya ingin memberikan pelajaran demokrasi yang elegan bagi dunia pendidikan tinggi. Salah satu aturan main yang paling ketat dalam suksesi kali ini adalah larangan keras terhadap kampanye hitam (black campaign).
Bukan sekadar imbauan lisan, setiap bakal calon diwajibkan menandatangani komitmen di atas kertas untuk tidak menjatuhkan kandidat lain melalui narasi negatif. Panitia menginginkan adu gagasan, bukan adu domba.
"Calon rektor tidak boleh menjatuhkan kandidat lain melalui kampanye negatif. Kami ingin seluruh kandidat berkompetisi secara sehat," tambah Akib.
Dinamika penentuan sang rektor terpilih nantinya akan tetap bersandar pada skema perhitungan suara yang krusial. Rumus keramat 65:35 kembali digunakan sebagai penentu akhir.
Dalam mekanisme ini, suara Senat Unila, yang berjumlah 48 orang, memiliki bobot 65 persen. Sementara itu, 35 persen suara sisanya berada di tangan Menteri Pendidikan.
Komposisi ini menuntut setiap kandidat tidak hanya harus kuat di akar rumput kampus, tetapi juga memiliki profil yang meyakinkan bagi pemerintah pusat.
Baca Juga: Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan
Hingga saat ini, meja panitia telah menerima tiga berkas nama besar yang siap bertarung. Mereka adalah Dr. Budiyono, S.H., M.H.; Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D.; dan Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes.
Ketiganya mewakili spektrum keilmuan yang berbeda, mulai dari hukum, sains, hingga kedokteran, yang menjanjikan warna baru bagi masa depan Unila. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan
-
Prof Elfahmi Raih 91 Persen Suara, Siap Nakhodai Itera hingga 2030
-
Sengit! Dominasi ITB dan IPB di Bursa Rektor Itera: Ini 3 Nama Kandidat
-
Duel Intelektual Menuju Itera 1: Lima Profesor Terbaik Berebut Kursi Nakhoda Baru
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Maut di Jalinpantim Tulang Bawang: Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan, 2 Tewas Terjepit
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli Bekali 500 Volunteer Kelola Sampah
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen di Kawasan Perairan Terpencil Layani 80 Transaksi per Hari
-
Tol Lematang-Panjang Bakal Jadi Jalur Urat Nadi Industri dan Ekspor Lampung
-
Kabur saat Digeledah di Bakauheni, Pria Pembawa Senjata Serbu AR-15 Diciduk di Loteng Ruang Guru