- Pasangan suami istri berinisial AM dan FY mencuri laptop mahasiswi Unila bernama NK di Rajabasa pada 14 Juli 2026.
- Aksi pencurian tersebut menyebabkan korban terseret di aspal dan rekaman CCTV kejadiannya sempat viral di media sosial.
- Tim gabungan kepolisian menangkap kedua pelaku di sebuah kontrakan Kabupaten Pesawaran pada Jumat malam, 14 Agustus 2026.
SuaraLampung.id - Masih lekat dalam ingatan publik sebuah video amatir yang memperlihatkan seorang mahasiswi terjatuh dan terseret di aspal demi mempertahankan barang berharganya.
Tragedi pilu yang menimpa NK, mahasiswi Universitas Lampung (Unila) itu, sempat memicu amarah netizen setelah rekamannya viral bulan lalu.
Kini, pelarian dingin pasangan suami istri (Pasutri) yang menjadi aktor utama di balik layar CCTV tersebut resmi berakhir.
Tim gabungan kepolisian berhasil meringkus AM (36) dan istrinya, FY (34), di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran, pada Jumat (14/8/2026) menjelang tengah malam. Pasangan ini tak lagi bisa mengelak saat petugas mengepung persembunyian mereka.
Peristiwa ini bermula pada Selasa pagi yang sibuk, 14 Juli 2026. Di sebuah tempat fotokopi di kawasan Jalan Prof Sumantri Brojonegoro, Rajabasa, NK meletakkan laptopnya di sepeda motor yang terparkir. Hanya dalam sekejap mata, AM dan FY yang sudah mengincar langsung menyambar barang tersebut.
Detik-detik berikutnya adalah gambaran sebuah keputusasaan. Sadar laptopnya digondol, NK nekat mengejar. Ia berusaha menggapai motor pelaku, namun pasutri tersebut justru memacu gas lebih dalam.
Tubuh mahasiswi itu sempat terseret di aspal sebelum akhirnya terjatuh, sementara pelaku melesat hilang di keramaian jalanan Bandar Lampung.
"Rekaman CCTV yang viral tersebut menjadi pintu masuk utama penyelidikan kami. Dari sana, identitas kedua pelaku berhasil kami kunci," ungkap Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono, Senin (17/8/2026).
Setelah berhasil lolos dari kejaran, AM dan FY langsung bergerak cepat melenyapkan barang bukti. Mereka menjual laptop hasil curian tersebut kepada seseorang seharga Rp1,9 juta saja. Transaksi dilakukan dengan metode Cash on Delivery (COD) di pinggir jalan, tepat di depan Bandara Radin Inten.
Baca Juga: Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
"Uang hasil penjualan itulah yang mereka gunakan selama masa pelarian," tambah AKP Ono.
Setelah satu bulan menjadi buronan dan berpindah-pindah, jejak mereka terendus di sebuah kontrakan sederhana. Polisi yang telah melakukan penyelidikan berhari-hari akhirnya memutuskan untuk melakukan penyergapan pada pukul 23.00 WIB. Kini, AM dan FY harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi.
Tag
Berita Terkait
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus
-
Program Umrah Jadi Sorotan BPK, Pemkot Bandar Lampung Janji Perbaiki Tata Kelola
-
Niat Jual Motor di Facebook, Warga Bandar Lampung Malah Apes: Scoopy Rp22 Juta Melayang
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Payroll Lebih Cepat dan Tertib, Ini Solusi Digital dari QLola by BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles
-
Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha
-
Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan