SuaraLampung.id - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum mendapat tentangan dari Bintang Muda Indonesia (BMI) Pusat Partai Demokrat.
Wakil Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Pusat Partai Demokrat, Midi Iswanto, menilai KLB yang digelar di Sibolangit tidak sah karena dihadiri kader yang tidak memiliki hak suara.
"Dimana-mana KLB itu digelar oleh pengurus yang memiliki hak suara, seperti DPD dan DPC yang sah. Bukan perorangan yang teriak-teriak mengaku dari perwakilan daerah tertentu. Walaupun katanya ada ketua DPD dan DPC yang hadir tapi itu jauh dari kuorum dalam menggelar KLB dan mereka dipecat karena dianggap membelot dan tidak taat aturan partai," kata Midi dilansir dari Lampungpro.co---jaringan Suara.com.
Menurut Midi apa yang terjadi di KLB Sibolangit, Sumatera Utara, bukan kegiatan KLB karena yang hadir bukan pengurus sah yang memiliki hak suara. Melainkan hanya sebuah ajang perkumpulan rencana aksi penyerobotan kekuasaan.
"Secara hukum harusnya jelas tidak sah, itu diibaratkan perkumpulan aksi penyerobotan rumah orang. Sementara orang yang punya rumah tidak ada yang di situ. Apa namanya itu kalau bukan penyerobotan. Jadi ngak ada itu dan tidak benar kalau itu diistilahkan oleh mereka sebagai KLB. Seharusnya pemerintah atau polisi bubarkan itu bila perlu tangkap apalagi kumpul-kumpul tidak prokes di masa pandemi begini," tegas Midi.
Kepengurusan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY secara hukum dianggap sah dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.
"Apalagi kepengurusan saat ini melahirkan produk hukum dan produk politik yakni kepala daerah yang diusung Partai Demokrat. Partai ini juga melahirkan produk hukum dan politik dengan adanya kepala daerah di beberapa wilayah Tanah Air," ujar Midi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Di Balik COD: Niat Jual Motor, Pemuda di Lampung Selatan Disekap dan Diborgol Kawanan Bersenjata
-
Pamit Angkat Jemuran, IRT di Ketapang Lampung Selatan Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala
-
Berhari-hari Terombang-ambing, Misteri Jasad Anonim di Perairan Kandang Balak
-
Janji Manis Berujung Jeruji: Oknum ASN Jual Proyek Bodong Ditangkap Polisi Bandar Lampung
-
Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku