SuaraLampung.id - Beberapa penyintas Covid-19 di Lampung mendonorkan plasma konvalesen di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung. Para penyintas Covid-19 ini bersedia menjadi donor plasma konvalesen karena alasan kemanusiaan.
Salah satu penyitas COVID-19 Tommy (31) asal Kabupaten Pringsewu mengungkapkan bahwa dirinya mendonorkan plasma konvalesennya karena faktor kemanusiaan.
"Saya kan sudah pernah terinfeksi COVID-19, tahu rasanya bagaimana, jadi kalau kita bisa bantu untuk orang lain yang membutuhkan kenapa tidak, intinya saya ingin bermanfaat untuk orang lain," kata dia, Rabu (3/3/2021) dilansir dari ANTARA.
Ia pun mengajak semua penyintas COVID-19 agar segera mendonorkan plasma konvalesennya sebab saat ini banyak pasien positif yang sedang membutuhkan.
"Jangan takut diambil plasma konvalesennya sebab kan kita diperiksa dulu sama PMI, selagi itu tidak merugikan mari kita donorkan plasma konvalesen dan ini juga untuk kesehatan kita serta orang lain," kata dia.
Hal serupa diungkapkan oleh Ane (35) penyintas COVID-19 lainnya warga Kota Bandar Lampung.
Menurutnya, dengan sudah bisanya di Lampung melakukan donor plasma konvalesen maka pasien COVID-19 yang membutuhkan tidak perlu lagi mencarinya ke luar daerah.
"Karena selama ini kan kebutuhan plasma konvalesen untuk Lampung masih mencari dari luar daerah, ini kan kasihan iya kalau si pasien ada relasi di sana. Jika tidak kan si pasien bisa meninggal dunia duluan," kata dia.
Ia pun mengatakan bahwa dirinya mendonorkan plasma konvalesennya untuk mencoba membantu siapa saja yang membutuhkannya.
Baca Juga: Pegawai Disdukcapil dan Disdik Prioritas Vaksinasi di Pemkot Bandar Lampung
"Saya donor ini bukan untuk siapa-siapa tapi untuk yang membutuhkan, yang penting di PMI Lampung ada cadangan jika ada pasien COVID-19 yang perlu," kata dia.
PMI Lampung mencatat sudah empat orang penyintas COVID-19 yang bisa mendonorkan plasma konvalesen setelah dilakukan observasi.
"Sebenarnya ada delapan orang yang mendaftarkan diri untuk diambil plasma konvalesennya namun yang memenuhi kriteria baru empat orang," kata Staf Penanggung Jawab Pendonor Plasma Konvalesen UTD PMI Lampung, dr Firmansyah Roni.
Ia mengatakan memang tidak semua penyintas COVID-19 dapat diambil plasma konvalesennya sebab mereka yang memenuhi persyaratan seperti titernya (ukuran antibodi) mencapai 1:160 atau 1:180, hasil PCR yang menunjukkan bahwa pernah terinfeksi COVID-19 dan lainnya yang bisa diambil.
"Jadi dari delapan orang itu dua tidak memenuhi syarat karena titernya rendah dan dua lagi sedang dalam pemeriksaan sampelnya dan empat sudah kita ambil plasma konvalesennya," kata dia.
Dia pun mengatakan bahwa satu orang penyintas COVID-19 biasanya hanya bisa diambil satu kali saja plasma konvalesennya sebab kalau berkali-kali ditakutkan titernya sudah tidak ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Siap Tarung di Dunia Kerja: Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik Strategis
-
Miris! Anak di Way Kanan Dicabuli Selama Enam Tahun
-
Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun
-
Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
-
7 Jam Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung Terkair Alur Dana PT LEB