SuaraLampung.id - Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, memiliki tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan saat liburan. Tempat wisata yang menjadi daya tarik wisatawan di Pesawaran adalah pantai.
Pada libur Imlek kali ini, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) di tempat-tempat wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran El Safri Fahrizal mengatakan, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Pesawaran serta Dinas Pariwisata akan mengecek kepatuhan protokol kesehatan di semua destinasi wisata dibantu personel penegak operasi yustisi.
"Sebenarnya kami sudah lakukan aturan-aturan prokes dari awal pandemi COVID-19 di tempat wisata melalui pendekatan persuasif kepada pengelola wisata, agar mereka disiplin dalam menerapkannya," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran El Safri Fahrizal, Jumat (12/2/2021) dilansir dari Antara.
"Tapi tetap kami akan melakukannya secara persuasif dan humanis karena kan wisatawan ini datang ingin berlibur, tidak mungkin kami bentak-bentak namun lebih ke imbauan agar baik pengunjung ataupun pihak pengelola destinasi wisata taat prokes," kata dia.
Ia pun mengakui bahwa konsekuensi dari pengetatan-pengetatan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan COVID-19 tentunya mempengaruhi kunjungan wisatawan ke daerahnya.
"Dengan kondisi sekarang pasti ada pengurangan kunjungan wisatawan tapi tidak banyak, dan sejumlah tempat wisata di Pesawaran malah masih membludak dengan pengunjung, nah di tempat-tempat seperti ini kami akan kerahkan Tim Gugus Tugas COVID-19 maupun Dinas Pariwisata untuk mengawasi ketaatan prokes," kata dia lagi.
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan zonasi terdapat 10 titik wisata unggulan laut atau pantai, namun dari sisi variasi Pesawaran memiliki destinasi wisata yang komplit seperti pegunungan, air terjun dan sawah-sawah yang disulap menjadi wisata natural.
"Wisata di sini banyak, karena berdasarkan kebijakan Bupati Dendi Ramadhona, kami juga diharuskan satu desa satu destinasi," kata dia.
Baca Juga: Live Streaming: Perayaan Imlek di Vihara Dharma Bhakti Jakarta
Pada sisi lain, kata dia lagi, guna meningkatkan lagi kunjungan wisatawan ke daerahnya yang memang dikenal dengan keindahan pantainya, Dinas Pariwisata setempat mengubah pola dalam hal promosi destinasi wisatanya.
"Di masa Pandemi ini dalam meningkatkan wisatawan kami mengubah pola, sebab tren wisatawan yang tadinya ramai datang ke lokasi kini cenderung ke arah virtual tourism, maka promosinya juga berubah dimana kami mencoba mengutamakan kesehatannya, seperti mereka datang tidak kemana-mana hanya melewatkan satu hingga dua malam setelah itu pulang," kata dia pula.
Kemudian, lanjut dia, ke depan setiap pengelola wisata juga dianjurkan harus memilki sertifikat CHSE, yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah Lingkungan).
"Karena CHSE ini baru, makanya kami butuh pendekatan dahulu ke pengelola wisata ke depan kami akan melakukan sertifikasinya, bukan hanya destinasinya akan tetapi travel agent juga akan disertifikasi namun yang memberikannya bukan kami, tapi ada badan khususnya," kata dia lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pensiunan ASN Ditemukan Meninggal dalam Kesendirian di Bandar Lampung
-
Dilahirkan di Kamar Mandi, Dibuang ke Bak Sampah: ART Buang Darah Dagingnya Sendiri di Pahoman
-
Rayakan Kemerdekaan, Danantara Perluas Akses Ekonomi lewat BRILink
-
Ambisi Lampung Menjadi Raja Gula: 13 Ribu Hektare Lahan Tebu Baru Disiapkan
-
Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa