SuaraLampung.id - Batu meteor yang jatuh di Dusun 5 Astomulyo, Desa Mulyodadi, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, sangat penting nilainya bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Adanya batu meteor yang kebetulan jatuh di Lampung Tengah ini dianggap bisa memajukan ilmu pengetahuan. Batu meteor itu bisa dijadikan bahan penelitian bagi ilmuwan.
Karena itu Peneliti bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Robiatul Muztaba mengimbau agar warga agar batu meteor yang jatuh diserahkan ke lembaga terkait guna penelitian.
"Batu meteor itu sekarang masih di tangan masyarakat yang bersikeras menyimpannya, namun kami berterima kasih karena mereka sudah berbaik hati memberi kita sedikit sampel untuk diteliti," kata Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK) Itera, Robiatul Muztaba, di Bandar Lampung, Minggu (31/1/2021) dilansir dari Antara.
Menanggapi hal itu, Kepala Dusun 5 Astomulyo, Edi Kurniawan mengaku belum ada pihak yang meminta batu tersebut dari warga.
"Kemarin memang ada dari pihak ITERA datang tapi mereka cuma mau ambil sampel batu bukan mau minta batunya," ujar Edi dihubungi Suaralampung.id, Senin (1/2/2021).
Jika ada yang meminta batu meteor itu, Edi menduga warga memang tidak akan memberikannya. Menurut Edi, dirinya sebagai Kepala Dusun tidak bisa mengambil keputusan karena itu adalah hak warga. "Ya kalo ada yang minta, saya kan harus berada di tengah-tengah, ya kami akan gelar musyawarah dulu," ujar Edi.
Ditaruh di Museum
Peneliti bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Robiatul Muztaba mengatakan, batu meteor tersebut dapat ditaruh di museum atau lembaga penelitian seperti perguruan tinggi atau Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang bisa diperuntukkan kemajuan pendidikan ilmu pengetahuan.
"Kenapa batu meteor itu penting ditaruh di lembaga terkait karena bisa untuk kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan ke depannya," katanya lagi.
Sebab, lanjut dia, selama ini yang dipelajari hanya batu-batu yang berasal dari bumi saja, sehingga dengan adanya batu meteor yang kebenaran jatuh di Lampung, memberi kesempatan bagi peneliti di Indonesia guna mengembangkan ilmu pengetahuannya.
"Batu meteor itu penting karena kita kurang bahan penelitian, apalagi ini dari luar angkasa yang proses serta kandungannya kita juga belum banyak tahu," kata dia.
Terkait batu meteor yang sampai saat ini masih di tangan masyarakat, dia pun menyarankan agar mereka tidak menjualbelikannya dan menyerahkannya ke lembaga peneliti.
"Pada waktu kita ke sana untuk meneliti batu meteor itu, masyarakat malah merendam batu tersebut dan airnya dibalur ke tubuh. Mereka percaya batu meteor itu dapat menyembuhkan, padahal kan tidak," kata dia.
Ia pun mengatakan bahwa telah mengimbau agar masyarakat tidak membalurkan air rendaman batu meteor itu ke tubuhnya apalagi meminumnya sebab setelah diteliti terdapat kandungan logamnya.
"Bahkan kita masih belum tau apakah batu meteor itu ada kandungan radioaktifnya atau tidak karena harus diteliti lebih lanjut lagi di laboraturium," kata dia.
Baca Juga: Selain Meteor, Astomulyo Lampung Tengah Pernah Terjadi Peristiwa Aneh Lain
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kepergok di Puncak Tower, Residivis Spesialis Kabel BTS Terjun ke Kebun Sebelum Dibekuk Polisi
-
Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes
-
Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW
-
Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor
-
Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi