- Seorang pria berinisial HS berusia 75 tahun menyerang tetangganya menggunakan senjata tajam di Lampung Utara, Minggu pagi.
- Serangan tersebut menyebabkan Muqosim dan sejumlah saksi menderita luka serius akibat sabetan senjata tajam milik pelaku.
- Polsek Abung Selatan berhasil menangkap pelaku di rumah kerabatnya kurang dari sepuluh jam setelah kejadian berlangsung.
SuaraLampung.id - Pertikaian antartetangga pecah di Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara, Minggu pagi (21/6/2026).
Tanpa banyak bicara, HS (75) yang telah tersulut emosi langsung melayangkan senjata tajamnya ke arah korban. Muqosim, yang juga sudah lanjut usia, tak kuasa menghalau serangan membabi buta itu hingga menderita luka serius di bagian kepala dan punggung.
Tragedi tak berhenti di situ. Saat anggota keluarga Muqosim berusaha melerai dan menyelamatkan nyawanya, HS justru semakin beringas.
Sabetan goloknya mengenai anggota keluarga lain dan seorang saksi yang mencoba menghalangi. Setelah meninggalkan para korbannya bersimbah darah, HS segera menghilang, meninggalkan jejak ketakutan di Desa Tanjung Iman.
Baca Juga:Tergiur Kerja di Tambang Papua, Wanita di Lampung Utara Kena Tipu Janji Manis Residivis
Tim Unit Reskrim Polsek Abung Selatan langsung bergerak begitu mendapat laporan. Penyelidikan intensif dilakukan, menyisir setiap sudut desa untuk melacak keberadaan sang kakek.
Kurang dari 10 jam sejak golok pertama kali diayunkan, persembunyian HS terendus. Ia ditemukan sedang bersembunyi di salah satu rumah kerabatnya, masih di wilayah Dusun Gunung Labuhan.
"Keberhasilan ini merupakan hasil gerak cepat petugas di lapangan. Kami tidak memberikan ruang bagi pelaku kekerasan," tegas Kasi Humas Polres Lampung Utara, Iptu Herawati.
HS kini hanya bisa tertunduk saat digiring petugas ke sel tahanan tanpa perlawanan. Bersamanya, polisi menyita sebilah golok yang menjadi saksi bisu amarahnya pagi itu.
Meski pelaku sudah tertangkap, misteri di balik apa yang memicu seorang pria berusia 75 tahun senekat itu masih dalam pendalaman penyidik.
Baca Juga:Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
"Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap motif pelaku. Keamanan masyarakat adalah prioritas utama kami," tambah Herawati.