Cakaran di Pohon Jengkol: Benarkah Beruang Mulai Masuk ke Perkebunan Warga Tanggamus?

Warga Pekon Kali Sari, Tanggamus, melaporkan penemuan jejak dan sarang satwa liar di area perkebunan jengkol

Wakos Reza Gautama
Selasa, 16 Juni 2026 | 20:06 WIB
Cakaran di Pohon Jengkol: Benarkah Beruang Mulai Masuk ke Perkebunan Warga Tanggamus?
Ilustrasi beruang. Warga Pekon Kali Sari, Tanggamus, melaporkan penemuan jejak dan sarang satwa liar di area perkebunan jengkol. [Shutterstocks]
Baca 10 detik
  • Warga Pekon Kali Sari, Tanggamus, melaporkan penemuan jejak dan sarang satwa liar di area perkebunan jengkol pada Senin, 15 Juni 2026.
  • Polsek Wonosobo menemukan bukti fisik berupa bekas cakaran pohon dan berkoordinasi dengan BKSDA Lampung untuk identifikasi jenis satwa tersebut.
  • Kepolisian mengimbau warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta dilarang bertindak sendiri guna menjamin keselamatan bersama di lokasi tersebut.

SuaraLampung.id - Kabar kemunculan yang diduga seekor beruang liar di area perkebunan Pekon Kali Sari, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Senin (15/6/2026) menjadi perbincangan hangat sekaligus momok bagi warga setempat.

Bukan sekadar kabar burung, jejak kehadiran sang penghuni hutan ini mulai ditemukan secara nyata di antara pepohonan jengkol milik warga.

Kehebohan bermula saat seorang warga tak sengaja berpapasan dengan seekor hewan berukuran sedang yang tengah asyik berada di bawah pohon jengkol, tak jauh dari aliran sungai. Kejadian ini segera dilaporkan dan direspons cepat oleh jajaran Polsek Wonosobo.

Tim kepolisian yang dipimpin Kanit Intel Aipda Fuad Hamidi bersama personel Bhabinkamtibmas melakukan penelusuran di Dusun 2 RT 2, Pekon Kali Sari. Hasilnya petugas menemukan bukti-bukti fisik yang menguatkan laporan warga.

Baca Juga:Rem Blong di Tikungan Maut Leter S, Sopir Tronton Angkut Pipa PGE Pilih Tabrak Tebing

"Di lokasi tersebut, kami menemukan bekas cakaran tajam pada batang pohon. Bahkan, ada tanda-tanda yang diduga kuat sebagai sarang di atas dahan pohon jengkol tersebut," ungkap Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila, Selasa (16/6/2026).

Polsek Wonosobo tak ingin gegabah dalam menyimpulkan jenis satwa tersebut. Untuk memastikan apakah hewan itu benar-benar beruang madu atau satwa liar lainnya, kepolisian langsung bergerak melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung.

"Koordinasi dengan BKSDA sangat diperlukan untuk identifikasi yang tepat. Kami ingin memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga, namun di sisi lain, penanganan terhadap satwa liar ini harus dilakukan sesuai prosedur perlindungan hewan yang berlaku," jelas Iptu Primadona.

Munculnya satwa liar di dekat permukiman sering kali memicu respons beragam dari masyarakat, mulai dari ketakutan hingga keinginan untuk memburu. Namun, Kapolsek memberikan imbauan keras agar warga tetap tenang dan tidak bertindak sendiri.

"Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun. Jangan mendekati, apalagi mencoba menangkap satwa tersebut. Tindakan gegabah bisa membahayakan diri sendiri maupun kelestarian satwa itu," tegasnya.

Baca Juga:Ironi Oknum ASN di Tanggamus: Nekat Curi Jalak Suren Pakai Bambu 10 Meter Demi Nyabu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak