- Perbandingan senilai melibatkan dua besaran yang bertambah atau berkurang secara bersamaan, menggunakan rumus $a_1 : b_1 = a_2 : b_2$.
- Perbandingan berbalik nilai adalah hubungan di mana satu besaran bertambah ketika yang lain berkurang, menggunakan rumus $a_1 \times b_1 = a_2 \times b_2$.
- Memahami perbedaan pola, seperti hubungan harga dan jumlah barang (senilai) atau pekerja dan waktu (berbalik nilai), adalah kunci utama perhitungan.
SuaraLampung.id - Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai, Mudah Dipahami
Materi perbandingan senilai dan berbalik nilai sering dianggap rumit karena melibatkan logika, bukan sekadar hitung cepat. Banyak siswa salah menentukan jenis perbandingan sejak awal, sehingga hasil akhirnya ikut keliru.
Agar tidak tertukar lagi, berikut panduan cara menghitung perbandingan senilai dan berbalik nilai, lengkap dengan pengertian, rumus, dan contoh yang sering muncul di soal.
Apa Itu Perbandingan Senilai?
Perbandingan senilai adalah hubungan dua besaran yang sama-sama naik atau sama-sama turun.
Baca Juga:Nelayan di Lampung Ditemukan Tewas Setelah Kapalnya Terbalik Saat Melaut
Ciri Utama:
Jika satu besaran bertambah, yang lain ikut bertambah
Jika satu besaran berkurang, yang lain ikut berkurang
Contoh Sehari-hari:
Semakin banyak barang yang dibeli, semakin besar total harga.
Cara Menghitung Perbandingan Senilai
Rumus Dasar:
a : b = a : b
Contoh Soal:
2 buku harganya Rp10.000.
Berapa harga 6 buku?
Baca Juga:7 Fakta Sweet Indo Lampung, Raksasa Gula yang HGU-nya Dicabut Pemerintah
Penyelesaian:
2 : 6 = 10.000 : x
x = Rp30.000
Apa Itu Perbandingan Berbalik Nilai?
Perbandingan berbalik nilai adalah hubungan dua besaran yang satu naik, yang lain turun.
Ciri Utama:
Jika satu besaran bertambah, besaran lain berkurang
Jika satu besaran berkurang, besaran lain bertambah
Contoh Sehari-hari:
Semakin banyak pekerja, semakin singkat waktu yang dibutuhkan.