Kasus Diksar Mahepel FEB Unila: Polisi Umumkan Hasil Ekshumasi Jasad Pratama Wijaya Kusuma

hasil ekshumasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap Pratama Wijaya Kusuma.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 07 Oktober 2025 | 18:49 WIB
Kasus Diksar Mahepel FEB Unila: Polisi Umumkan Hasil Ekshumasi Jasad Pratama Wijaya Kusuma
Polda Lampung umumkan hasil ekshumas korban diksar Mahepel FEB Unila. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dokter forensik tidak menemukan tanda kekerasan pada jenazah Pratama Wijaya Kusuma, namun ditemukan tumor otak

  • Penyidikan Polda Lampung menemukan indikasi kekerasan pada beberapa peserta diksar Mahepel FEB Unila

  • Polda Lampung sedang mengkonfrontasi lima peserta diksar untuk memperjelas peran mereka dalam kekerasan

SuaraLampung.id - Polda Lampung mengumumkan hasil ekshumasi jasad Pratama Wijaya Kusuma yang mengikuti pendidikan dasar (diksar) mahasiswa ekonomi pencinta lingkungan (Mahepel) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila).

Dokter spesialis forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, I Putu Swartama mengatakan bahwa hasil ekshumasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap Pratama Wijaya Kusuma.

"Ekshumasi yang kami lakukan bersama tim tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun hal itu karena kondisi jenazah korban sudah mulai mengalami pembusukan," katanya di Mapolda Lampung, Selasa (7/10/2025).

Ia mengatakan bahwa dalam pemeriksaan jenazah tim forensik hanya menemukan luka trauma akibat adanya tindakan medis yang dialami korban di rumah sakit.

Baca Juga:Sepi, Unila dan Pemkab Way Kanan Cari Solusi Agar Bandara Gatot Subroto Jadi Pintu Gerbang Ekonomi

"Kemudian kami juga menemukan adanya tumor otak pada jenazah. Ini sama dengan rekam medis korban namanya olihodendroglioma, yang berada di dalam sasaran otak," kata Putu.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Indra Hermawan mengungkapkan, korban dalam perkara dugaan kekerasan Diksar Mahepel FEB Unila ini tidak hanya satu orang.

"Hasil penyidikan dan keterangan saksi mengindikasikan adanya kekerasan yang dialami oleh beberapa peserta diksar. Korban dalam perkara ini tidak hanya satu orang, tapi ada beberapa korban lain yang juga mengalami kekerasan," katanya.

Indra menjelaskan, kasus ini berawal dari laporan ibu almarhum Pratama, Wirnawani, yang diterima polisi pada 3 Juni 2025. Sejak saat itu, Polda Lampung melakukan penyidikan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap 52 orang saksi.

"Sebagai penguat bukti, kami juga telah melakukan ekshumasi jenazah pada 30 Juni 2025 dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada 2 September 2025," kata dia.

Baca Juga:9 Profesor Baru Unila: Inovasi dari Pertanian Masa Depan Hingga Teknologi Cerdas

Indra mengatakan hasil penyidikan lapangan dan bukti yang dikantongi, termasuk bukti surat, petunjuk, serta keterangan ahli, semakin menguatkan adanya dugaan tindakan kekerasan atau penganiayaan secara bersama-sama selama kegiatan diksar berlangsung.

"Saat ini, Polda Lampung sedang memfokuskan proses penyidikan pada konfrontasi terhadap lima peserta diksar. Langkah ini dilakukan untuk memperjelas peran masing-masing dalam peristiwa kekerasan tersebut," kata dia.

Sebagai Informasi, seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) Pratama Wijaya Kusuma diduga menjadi korban kekerasan fisik saat mengikuti Diksar Mahapel di kawasan Gunung Betung, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada 14–17 November 2024. Pratama Wijaya dilaporkan meninggal dunia pada 28 April 2025. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak