SuaraLampung.id - Polisi menduga pelaku pembacokan ibu kandung di Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu pada Rabu (5/6/2024) sekitar pukul 17.30 WIB, mengalami gangguan jiwa.
Kapolsek Sukoharjo Iptu Riyadi mengatakan, penyidik belum bisa memeriksa pelaku Winarno (38) karena kesulitan diajak berkomunikasi.
"Untuk hasil interogasi memang belum bisa diambil keterangan, mengingat kondisinya yang diduga mengalami gangguan jiwa, setiap ditanya pelaku tidak menjawab," kata Riyadi dikutip dari Lampungpro--jaringan Suara.com, Kamis (6/6/2024).
Gelagat aneh yang ditunjukkan Winarno membuat polisi membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.
Baca Juga:Usai Bacok Ibu Kandung, Pria di Pringsewu Mencoba Bunuh Diri
"Kami sudah berkoordinasi dengan dokter kejiwaan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pembacokan ini," ujar Iptu Riyadi.
Aksi penganiayaan yang dilakukan Winarno terjadi di rumah ibu kandungnya di Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu pada Rabu (5/6/2024) sekitar pukul 17.30 WIB. Pelaku menganiaya ibunya secara brutal menggunakan sebilah golok.
Akibat penganiayaan ini, Sumarni mengalami luka bacok dan sayat di enam bagian tubuhnya, dengan luka paling parah di bagian belakang kepala dan leher.
Saat ini, Sumarni sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Az-Zahra Kalirejo, Lampung Tengah.
"Sementara itu, Winarno yang juga mengalami luka robek di bagian kepala, leher, dan dagu akibat upaya bunuh diri, sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sukoharjo," ungkapnya.
Baca Juga:Istri Jadi TKW di Singapura, Pria Asal Pringsewu Cabuli 2 Anak Sambungnya
Riyadi mengatakan bahwa dua senjata tajam, yaitu golok dan pisau, yang digunakan untuk menganiaya korban dan upaya bunuh diri, disita dan dijadikan barang bukti.
Kapolsek menambahkan bahwa, menurut keterangan pihak keluarga, pada 2005, Winarno sempat berusaha membakar rumah orang tuanya dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Lampung.