Alami Gigi Goyang, Sebaiknya Jangan Dulu Dicabut Bisa Jadi Itu Tanda Diabetes

banyak orang seringkali tidak menyadari bahwa gigi goyang salah satu tanda diabetes.

Wakos Reza Gautama
Senin, 13 November 2023 | 21:42 WIB
Alami Gigi Goyang, Sebaiknya Jangan Dulu Dicabut Bisa Jadi Itu Tanda Diabetes
Ilustrasi gigi. Gigi goyang tanda mengalami diabetes. [Freepik/Racool_studio]

SuaraLampung.id - Bagi anda yang mempunyai keluhan gigi goyang sebaiknya jangan dulu dicabut. Sebab bisa jadi itu adalah tanda anda menderita diabetes.

Dokter spesialis penyakit dalam DR Dr Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD-KEMD, FINASIM mengatakan banyak orang seringkali tidak menyadari bahwa gigi goyang salah satu tanda diabetes.

Menurut dia, orang yang gulanya tinggi akan terjadi perubahan pada gusi seperti terangkat, membengkak sehingga giginya goyang.

Kesalahan umum yang sering dilakukan, kata Soebagijo, orang itu langsung meminta dokter gigi mencabut gigi goyangnya padahal sebenarnya dia mengalami diabetes.

Baca Juga:Puluhan Pemandu Lagu di Tempat Hiburan Malam Wilayah Sukarame Dilakukan Skrinning Penyakit Menular

"Kalau gulanya tinggi akan terjadi goyang (gigi), yang salah itu dicabut. Itu sering terjadi, dia (pasien) tidak tahu diabetes. Gigi goyang lalu ke dokter gigi minta dicabut," kata dia.

Apabila kadar gula darah membaik atau terkontrol, lanjut Soebagijo, komposisi gusi akan membaik dan gigi pasien diabetes tak akan goyang lagi.

Merujuk laman Very Well Health, penyakit diabetes dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya berbagai masalah mulut.

Glukosa (gula) yang tinggi dalam darah menyebabkan peningkatan kadar gula dalam air liur. Bakteri dalam plak, lapisan lengket yang menumpuk di gigi, memakan gula tersebut, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi, gigi berlubang, dan kehilangan gigi, serta meningkatkan risiko periodontitis (penyakit gusi).

Selain itu, diabetes melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga mempersulit penyembuhan infeksi dan mengatasi masalah pada mulut. Hal ini juga meningkatkan risiko periodontitis dan memengaruhi proses penyembuhan.

Baca Juga:RSUDAM Lampung Resmi Menjadi Rumah Sakit Rujukan Penyakit Jantung

Di sisi lain, produksi air liur yang tidak mencukupi dapat menjadi efek samping dari obat diabetes tertentu.

Mulut yang terlalu kering akan mengurangi kemampuan membersihkan partikel makanan dari mulut dan menghentikan bakteri membentuk plak, sehingga meningkatkan risiko kerusakan gigi, gigi berlubang, dan gigi lepas.

Kemudian, seperti dikatakan Soebagijo, mengontrol diabetes akan sangat membantu dalam melindungi gigi dan gusi dan ini pada gilirannya, juga akan membantu pasien mengelola diabetesnya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini