binatang yang memiliki hidung panjang yang disebut belalai itu mudah ditemui di PKG bahkan setiap sore ketika mahot mahot sedang memandikan gajah.
2. Diserohinus sumatranus (Badak Sumatera)
Binatang satu ini memiliki bulu terbanyak bila dibanding dengan seluruh sub spesies badak yang ada di dunia. Dan keberadaan badak Sumatra bisa ditemui di hutan Way Kambas. Bahkan Balai TNWK sudah memiliki penangkaran khusus badak guna menjaga populasi habitat binatang bercula itu.
3. Panthera Tigris (Harimau sumatera)
Baca Juga:10 Paket Wisata di Perbatasan Taman Nasional Way Kambas, Cocok untuk Liburan Keluarga
Binatang dengan insting pemburu yang hebat ini dan memiliki loreng yang khas pada bulunya berupa garis vertikal gelap pada buku oranye dan buku bagian bawah berwarna putih bisa dijadikan kamuflase untuk memburu mangsanya. Dan binatang buas ini masih bisa ditemui di hutan Way Kambas.
4. Helarctos malayanus ( Beruang madu)
Binatang yang didominasi dengan warna bulu hitam dengan moncong berwarna putih memiliki kuku yang sangat tajam sebagai senjata untuk memanjat pohon guna mencari makanan khasnya yaitu madu. Panjang tubuh beruang madu rata rata 1,4 meter dengan tinggi punggung 70 Senti meter, berat tubuh 50 sampai 60 kilo gram. Binatang buas satu ini masih bisa ditemui di hutan TNWK.
5. Tapirus indicus (Tapir)
Binatang satu ini juga memiliki belalai namun tidak sepanjang belalai gajah, warna khasnya ada pada bagian tengah (perut) dengan warna putih. Tapir merupakan satwa yang memiliki indera cium dan pendengaran yang tajam sebagai radar untuk mengantisipasi predator namun kelemahan pada tapir yaitu ketajaman pandang. Tapir juga masih bisa ditemui di hutan Way Kambas.
Baca Juga:Persoalan Klasik Kebakaran Hutan TNWK di Musim Kemarau, Ulah Para Pemburu Liar?
Kontributor : Agus Susanto