Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pembangunan Masjid Raya Bakauheni Ditarget Selesai Oktober 2022

Wakos Reza Gautama Kamis, 22 September 2022 | 20:29 WIB

Pembangunan Masjid Raya Bakauheni Ditarget Selesai Oktober 2022
Pembangunan Masjid Raya Bakauheni ditarget selesai pada Oktober 2022. [ANTARA]

Prioritas ASDP Indonesia saat ini adalah penyelesaian pembangunan Masjid Raya Bakauheni

SuaraLampung.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengakselerasi pembangunan Bakauheni Harbour City (BHC) di Kabupaten Lampung Selatan.

Prioritas ASDP Indonesia saat ini adalah penyelesaian pembangunan Masjid Raya Bakauheni yang progres fisiknya mencapai 70 persen.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan Masjid Raya Bakauheni yang mampu menampung sekitar 2.000 jamaah ini, dibangun bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nilai proyek sekitar Rp38 miliar dari crowdfunding/wakaf dari masyarakat.

"Ditargetkan selesai pada minggu ke-4 Oktober dan sudah bisa digunakan untuk jamaah mulai November tahun ini. Masjid ini akan terdiri atas transition area, multifunction area, toilet, area wudhu, area utilitas, area shalat, serambi, imam lounge, dan observation deck," kata Shelvy di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Penyelundupan 19 Kg Sabu & 5.000 Pil Happy Five Lewat Pelabuhan Bakauheni Digagalkan

Ia menjelaskan, proyek Masjid Raya Bakauheni merupakan tahap pertama dari keseluruhan tiga tahap pembangunan kawasan terintegrasi Kota Mandiri Bakauheni Harbour City yang dikembangkan ASDP.

Rinciannya, tahap 1 mencakup jangka waktu periode 2022-2030 yang terbagi lagi menjadi tahap 1A periode 2022-2025 seluas 41,9 ha yakni tahap pembangunan prioritas PSN yang berupa pengembangan fungsi utama pendukung aktivitas pelabuhan yaitu pembangunan theme park, hotel, komersial UMKM, fasilitas publik dan revitalisasi Menara Siger.

Kemudian, tahap 1B periode waktu 2026-2030 dengan luas 22,8 ha yang merupakan kelanjutan pengembangan area prioritas PSN dengan fokus berupa pengembangan hotel di Distrik 3 dan komersial pendukung.

Untuk tahap 2 periode 2031-2040 seluas 64 ha mencakup peningkatan pelayanan Bakauheni Harbour City sebagai kawasan kota mandiri yakni pembangunan di Distrik 2 dan 3 untuk memperluas layanan BHC sebagai kawasan kota pelabuhan terintegrasi.

Tahap 3 periode 2041-2061 mencakup luas 31,2 ha yakni keberlanjutan dan diversifikasi pembangunan untuk memberikan keberagaman dan pembangunan yang telah dilaksanakan dengan opsi hotel, kondotel/vilatel, dan atraksi wisata.

Baca Juga: Tarif Penyeberangan ASDP Nasional Resmi Naik

"Total luas lahan hingga tiga tahap mencapai 160 ha dengan perkiraan nilai keseluruhan investasi mencapai Rp4,7 triliun," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait