facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Terima Mau Dicerai, Pria Tusuk Istri dan Anak Kandungnya

Wakos Reza Gautama Senin, 04 Juli 2022 | 11:25 WIB

Tak Terima Mau Dicerai, Pria Tusuk Istri dan Anak Kandungnya
Ilustrasi penusukan. Pria tusuk istri dan anaknya. [ANTARANews/Diasty Surjanto]

Peristiwa penusukan istri dan anak ini terjadi diDesa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang

SuaraLampung.id - Seorang pria nekat menusuk istri dan anaknya sendiri karena tak terima akan diceraikan sang istri. 

Peristiwa penusukan istri dan anak ini terjadi di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pelaku berinisial BFY (42) sudah menyerahkan diri ke Polres Malang.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengatakan pelaku berinisial BFY tersebut menyerahkan diri pada Sabtu (2/7/2022) ke pihak berwajib dan diantarkan oleh pihak keluarga.

Baca Juga: Viral Detik-detik Istri Gerebek Suami di Hotel, Endingnya Gak Nyangka: Wah Gila Sih!

Ferli menjelaskan, peristiwa penusukan istri dan anak tersangka tersebut bermula terjadi pada 28 Juni 2022 di Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang kurang lebih pada pukul 15.00 WIB.

Korban penusukan tersebut adalah istri tersangka yang berinsial LW dan anak kandungnya berusia 21 tahun berinisial IFC.

LW mengalami sembilan luka tusuk di tubuhnya, sementara sang anak ditusuk menggunakan senjata tajam sebanyak satu kali.

Kronologi kejadian tersebut, lanjutnya, bermula pada saat tersangka mendatangi rumah nenek dari korban dalam kondisi marah. Kemudian, pelaku dan korban berinisal LW saling adu mulut di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

"Selanjutnya pelaku langsung menusuk korban LW menggunakan pisau kecil. IFC yang berusaha melerai, juga ditusuk oleh tersangka," katanya.

Baca Juga: 4 Candaan yang Kurang Baik untuk Anak, Jadilah Orang Tua yang Bijak!

Setelah melakukan perbuatan itu, pelaku kemudian melarikan diri. Korban IFC melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang setempat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait