"Ternyata dengan cara membangun masjid yang menonjolkan keindonesiaan kita menurut saya juga tetap artistik dan indah. Masjid At Taufiq ini dibuat dengan desain khusus yang seperti tadi telah saya katakan sehingga kalau kita lihat dari ini saja rasanya kita berada di sebuah rumah di Sumatera Barat. Tapi tentunya dengan tulisan-tulisan yang sangat Islami," ujar Megawati.
Menurut dia, desain masjid itu sejalan dengan ajaran Bung Karno tentang salah satu prinsip Trisakti, yakni berkepribadian dalam kebudayaan. Pada saat awal merancang desain masjid, Megawati mengaku berdiskusi dengan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Megawati mengatakan dirinya sangat berharap masjid ini juga dapat dijadikan untuk lokasi acara-acara yang menggali pemikiran tokoh-tokoh Islam dari sejak Nabi Muhammad dan para Walisongo. Dan tentunya juga dari sisi Bung Karno tentang masalah Islam.
"Saya berharap masjid ini Tentunya karena akan dapat dipakai untuk masyarakat pada umumnya selalu dikelola dan dirawat dengan sebaik-baiknya," kata Megawati.
Baca Juga:Bukan Hanya Meresmikan, Jokowi Juga Tunaikan Salat di Masjid At-Taufiq
Di acara itu, tampak hadir sejumlah menteri seperti Mensesneg Pratikno, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala BPIP Yudian W.Asmin, Menkumham Yasonna Laoly, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Sementara Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto juga hadir bersama Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, serta Ketua Umum Bamusi Prof.Hamka Haq, Puti Guntur Soekarno, anggota DPR yang juga cucu Bung Karno.
Hadir juga sejumlah alim ulama seperti Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf, Sekum Muhammadiyah Abdul Muti, Imam Besar Mesjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin. (ANTARA)