Gus Dur dengan Megawati Soekarnoputri Dinilai Selalu Berkonflik, Gus Yahya: Mereka Layaknya Kakak Beradik

anggapan di media sosial banyak mempertontonkan seolah-olah Gus Dur dan Megawati terus menerus berkonflik

Wakos Reza Gautama
Selasa, 05 April 2022 | 14:28 WIB
Gus Dur dengan Megawati Soekarnoputri Dinilai Selalu Berkonflik, Gus Yahya: Mereka Layaknya Kakak Beradik
Ilustrasi Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Gus Yahya luruskan hubungan Gus Dur dengan Megawati Soekarnoputri. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

SuaraLampung.id - Hubungan antara Abdurahman Wahid alias Gus Dur dengan Megawati Soekarnoputri sangat dekat layaknya kakak beradik.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam serial Inspirasi Ramadan 2022 bertajuk bertajuk "Inspirasi Keteladanan Gus Dur" yang ditayangkan melalui akun Youtube BKN PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Dipandu oleh host Syafril Nazirudin, Gus Yahya meluruskan anggapan-anggapan di media sosial hari ini yang banyak mempertontonkan seolah-olah Gus Dur dan Megawati terus menerus berkonflik bahkan berbeda pendapat.

"Gus Dur kenal dengan bu Mega sudah sejak lama, seperti kakak adik hubungannya, sudah puluhan tahun saling mengenal, dan ada banyak hal yang beliau berdua berbagi, artinya pemikiran yang sama di antara beliau berdua, namun mungkin saja dalam politik praktis ada gesekan-gesekan, itu yang sangat wajar," katanya dalam siaran persnya.

Baca Juga:Memori Lawas Ramadhan: Gus Dur Tawarkan Salat Tarawih Dua Versi, Soeharto Pilih Yang Ada 'Diskon'

Bahkan, lanjut dia, Gus Dur dengan Soeharto cukup dekat, tetapi jelas ada banyak hal Gus Dur berbeda dengan Soeharto.

"Sehingga kita melihat dalam perjalanan politiknya ada momentum-momentum yang terlihat Gus Dur bersebarangan dengan Bu Mega, itu wajar saja, karena memang politik kan seperti itu, politik itu muamalah, dan di dalam wacana fiqih itu seperti orang lain yang tidak ada hubungan sama sekali. Seperti contoh transaksi dagang dengan saudara kandung dalam fiqih pun harus dilakukan secara objektif dan itu sama halnya seperti politik," jelas Gus Yahya.

Gus Dur dan Megawati dinilai sebagai ikon perlawanan terhadap rezim Orde Baru yang banyak berbagi terkait nilai-nilai dasar kebangsaan dan kemanusiaan.

Momen-momen di mana digambarkan terjadi gesekan antara keduanya merupakan hal yang wajar dalam politik.

Oleh Yahya, Gus Dur dianggap sebagai sosok pejuang kemanusiaan yang tidak hanya memperjuangkan kelompok Islam, melainkan seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:Kisah Puan Maharani Meminta Izin Megawati Soekarnoputri Bangun Masjid At Taufiq di Kantor PDIP

Ihwal keteladanan Gus Dur, Gus Yahya menceritakan pengalamannya saat mendampingi Gus Dur sebagai juru bicara kepresidenan saat Gus Dur menjabat Presiden Republik Indonesia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak