facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sidak ke Distributor Minyak Goreng, Bupati Lampung Timur Malah Dapati Gudang Kosong

Tasmalinda Rabu, 16 Februari 2022 | 14:40 WIB

Sidak ke Distributor Minyak Goreng, Bupati Lampung Timur Malah Dapati Gudang Kosong
Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo, melakukan inspeksi mendadak ke distributor minyak goreng [Suara.com/Agus S]

Bupati Lampung Timur, menggelar sidak atas informasi adanya pengiriman minyak goreng sebanyak 2 ton dari Kementerian Perdagangan.

SuaraLampung.id - Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo, didampingi Kanit Tipidter Polres Lampung Timur Iptu Hendra, melakukan sidak di salah satu perusahaan distributor minyak goreng di Desa Adirejo, Kecamatan Purbolinggo, LampungTimur, Rabu (16/2/2022).

Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo, melakukan sidak karena mendapat informasi dari Dinas Perdagangan, bahwa pada 12 sampai 14 Februari, perusahaan Fajar Laut mendapat pengiriman minyak goreng dari Kementerian Perdagangan sebanyak 2 ton.

"Saya dapat informasi dari Dinas Perdagangan, baru tiga hari lalu salah satu perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan, mendapat kiriman minyak makan, namun kenyataannya masyarakat masih kesusahan mendapat bahan pokok tersebut, maka kami lakukan sidak".Kata Dawam Rahardjo.

Hasil dari sidak, di dua gudang sama sekali tidak ditemukan minyak goreng, sehingga timbul pertanyaan oleh Bupati Lampung Dawam Rahardjo.

Baca Juga: Motor Honda Beat Tabrakan dengan Yamaha RX King di Lampung Timur, Satu Orang Tewas

Untuk memperjelas persoalan tersebut melalui Tipidter, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur meneliti arsip pengiriman minyak goreng yang ada di perusahaan Fajar Laut.

"Dalam data kami Fajar Laut ini baru saja dapat satu ton minyak makan, tercatat baru tiga hari lalu, tapi barang tidak ada, ini yang bermain data dari pusat atau memang pihak perusaan".Ucap Dawam Rahardjo.

Sales Koordinator perusahaan Fajar Laut Sunarto, mengaku terakhir mendapat kiriman minyak makan pertengahan Januari, sebanyak 2 ribu liter dan langsung didistribusikan ke toko toko langganannya.

"Ya kaget aja dilakukan sidak, dan katanya tiga hari kemarin kami dapat kiriman minyak makan dari kementerian Perdagangan, tapi itu tidak benar kami terakhir mendapat kiriman minyak pertengahan Januari".Kata Sunarto.

Dia mengakui selama kelangkaan minyak makan, Sunarto mengaku banyak konsumen yang menanyakan namun keberadaan barang tidak ada. Jika kondisi normal setiap satu bulan pasti mendapat kiriman sedikitnya 2 ribu liter.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik, Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

"Ini dari Desember kami dapat kiriman baru pertengahan Januari, dan sampai sekarang belum lagi dapat kiriman", ungkap dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait