facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sekretaris DPRD Provinsi Lampung Diperiksa dalam Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Lampung

Wakos Reza Gautama Senin, 14 Februari 2022 | 17:21 WIB

Sekretaris DPRD Provinsi Lampung Diperiksa dalam Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Lampung
Ilustrasi Kantor Kejati Lampung. Kejati Lampung periksa Sekretaris DPRD Provinsi Lampung dalam kasus korupsi dana hibah KONI Lampung. [ANTARA]

Kejati Lampung periksa Sekretaris DPRD Provinsi Lampung Tina Malinda dalam perkara korupsi dana hibah KONI

SuaraLampung.id - Sekretaris DPRD Provinsi Lampung Tina Malinda diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Tahun Anggaran 2020. 

Tina Malinda diperiksa terkait dengan proses penetapan memfasilitasi rapat paripurna antara Gubernur dan DPRD terkait dengan Anggaran Hibah Dana KONI TA. 2020.

Selain Tina Malinda, penyidik Kejati Lampung juga memeriksa HF selaku Bendahara (BPKAD) Provinsi Lampung.

HF diperiksa sebagai saksi terkait dengan Pelaksanaan Pencairan Dana Hibah Pada KONI TA.2020.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, KPK Buka Pendaftaran 11 Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama

"Ada beberapa fakta yang harus didalami pada kegiatan tersebut, diantaranya program kerja KONI dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga, sehingga penggunaan dana hibah KONI diduga terjadi penyimpangan dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ungkap Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra, Senin (14/2/2022) dikutip dari Saibumi.com--jaringan Suara.com.

Hingga hari ini, sudah 27 saksi yang diperiksa terkait dugaan tidak pidana korupsi dana hibah KONI Lampung.

Sebelumnya Kejati Lampung sudah menaikkan status kasus dugaan korupsi dana hibah KONII Lampung sebesar Rp30 miliar ke tahap penyidikan. 

"Intinya ini masih dalam tahap penyidikan dulu. Masih belum menyatakan seseorang itu ditetapkan bersalah. Kita akan terbuka nanti," ungkap Heffinur, Jumat (14/1/2022).

Lebih lanjut Heffinur mengatakan untuk saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dan fakta-fakta lainnya terkait penyidikan ini.

Baca Juga: Sekretaris DPRD Kepri, Martin Luther Maromon Diduga Korupsi

"Masih kita kumpulkan terkait penyidikan dugaan korupsi Koni Lampung ini. Dan juga masih mengumpulkan barang bukti yang lain. Kami juga masih akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan fakta terkait barang bukti," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait