3 Warga Lampung Penderita Sakit Kronis Dapat Bantuan dari Mensos Risma

Mensos Risma menyerahkan bantuan dari Kemensos dan hasil penggalangan dana kitabisa.com

Wakos Reza Gautama
Kamis, 03 Februari 2022 | 14:22 WIB
3 Warga Lampung Penderita Sakit Kronis Dapat Bantuan dari Mensos Risma
Ilustrasi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma. Mensos Risma berikan bantuan untuk 3 warga Lampung penderita sakit kronis. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Beralamat di Dusun Peraduan Waras RT 06 RW 01 Desa Peraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara

Hasil asesmen yakni Badri Bin Rusli menderita penyakit  kanker di bagian rahang atas, sejak bulan September tahun 2021 dibawa ke rumah sakit Abdul Moeloek. Pada tanggal 28 Desember 2021 berdasarkan rujukan dari Puskesmas dan  dijadwalkan kembali pada tanggal 7 Januari 2022 untuk dilakukan CT scan dan hasil scanning harus dilakukan operasi besar.Total donatur : 2.520 donatur senilai donasi Rp 44.737.670 

Intervensi Balai  berupa pendampingan di RS dan transportasi selama di RS, bantuan usaha warung sembako dan makanan ringan.  

Status terakhir :  telah dilakukan operasi besar pada  tanggal 19 januari 2022. Setelah melalui proses operasi mengalami koma/tidak sadar selama satu hari. Pada tanggal 22 Januari 2022 telah kembali ke rumah dan dijadwalkan kontrol kembali pada tanggal 27 Januari 2022.

Baca Juga:Bobol Toko Busana di Metro, Remaja Ini Mengaku untuk Biaya Menikah

3. Riska Aulia

Beralamat di Jl. Soekarno Hatta, Komplek UK. Karang Maritim RT.02 Panjang, Bandar Lampung

Hasil asesmen yakni  Riska berusia 13 tahun, anak dari pasangan Suhanto dan Halimah. Riska di diagnosa memiliki kista di otak kanan dan kistanya sudah hampir menutupi seluruh otak sebelah kanan.

Riska pernah melakukan operasi 1 kali dengan menggunakan BPJS di RS Abdoel Moeloek saat usia 3 tahun untuk pemasangan selang dari kepala sampai ke usus untuk pembuangan cairan di kepalanya. 

Riska sempat menjalani pengobatan sampai usianya 7 tahun. Saat ini Riska sudah tidak berobat lagi dikarenakan BPJS yang digunakan tidak dibayar sejak 5 tahun lalu dikarenakan Suhanto pernah berhenti bekerja.

Baca Juga:5 Pelajar SMTI Bandar Lampung Terpapar COVID-19 Usai Rayakan Pesta Ulang Tahun Sekolah

Sementara itu keluarga Suhanto juga tidak mendapatakan bantuan BPJS PBI.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini