facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Labuhan Ratu Baru Ditolak RS karena BPJS Mati, Pemuda Desa Inisiatif Galang Dana

Tasmalinda Minggu, 16 Januari 2022 | 16:33 WIB

Warga Labuhan Ratu Baru Ditolak RS karena BPJS Mati, Pemuda Desa Inisiatif Galang Dana
Warga Labuan Ratu Baru Lampung Timur [Suara.com/Agus Susanto]

Pemuda desa inisiatif galang dana guna membantu warga Desa Labuhanratu Baru ditolak RS.

SuaraLampung.id - Misdi (55) warga Desa Labuhan Ratu Baru, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, dalam kondisi pesakitan dan tekanan ekonomi yang menghimpit, menggunggah sejumlah pemuda desa setempat untuk menggalang dana.

"Awalnya kita prihatin, ketika pak Misdi terserang sumbatan jantung, tidak memiliki biaya untuk berobat, lalu kami dengan rekan rekan menggalang dana seikhlasnya, sasaran donatur warga Desa Labuhanratu Baru," ucap Eko dan Wibisono, Minggu (16/1/2022).

Rencana uang yang terkumpul dari sejumlah donatur akan diberikan kepada warga kurang mampu sebagai biaya membayar utang saat menghidupkan BPJS itu.

"Kami mendapat kabar bahwa buk Siti menghidupkan BPJS habis Rp9 juta lebih, tapi uang-nya dari pinjam, maka kami sebagai pemuda tergugah untuk membantu dengan cara mencarikan dana," ucap Wibisono.

Baca Juga: Prakirakan Cuaca BMKG 16 Januari 2022, Lampung Diguyur Hujan Lebat

Misdi yang hidup bersama istrinya, Siti Romlah, menempati rumah yang sangat memperihatinkan. Sebuah geribik dengan ukuran 4 x 6 meter, dan rumah tersebut berdiri di atas tanah tumpangan. Saat ini, pria 55 tahun masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahmad Yani, Kota Metro akibat sumbatan jantung.

Menurut keterangan Siti Romlah, Rabu (12/1/2022) sore, Misdi sedang mencari rumput untuk pakan kambing miliknya belum sampai rumah dengan kondisi membawa rumput tiba-tiba terjatuh dan pingsan.

"Tinggal 200 meter lagi sampai rumah, suamiku pingsan untung ada orang yang tau lalu ditolong dan di larikan ke Rumah Sakit Permata Hati, di Way Jepara, karena rumah sakit tersebut tidak sanggup, lalu kami bawa ke RS Ahmad Yani Metro", kata Siti Romlah.

Tiba di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani, Kota Metro Misdi dalam kondisi kritis tidak langsung di rawat ke ruang ICU melainkan di Unit Gawat Darurat (UGD) karena BPJS yang dimiliki pasien sudah mati sejak 6 tahun lalu.

"Saya sempat bingung, pihak rumah sakit tidak mau melayani karena BPJS saya mati, dan setelah saya tanya ternyata habis nya 9,2 juta berikut denda".Ungkap Siti.

Baca Juga: Lakukan Pencabulan ke 14 Pelajar SD, LPA Lampung Minta Pelaku Oknum Guru Dihukum Kebiri

Dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan, sebagai pekerja serabutan maka untuk mendapatkan uang Rp9 juta lebih dalam waktu mendadak merupakan persoalan pelik bagi Siti. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait