facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Unila Luncurkan Mobil Listrik dari Rami dan Daun Bambu, Ini Spesifikasinya

Wakos Reza Gautama Kamis, 13 Januari 2022 | 15:34 WIB

Unila Luncurkan Mobil Listrik dari Rami dan Daun Bambu, Ini Spesifikasinya
Unila luncurkan mobil listrik dari bahan alami. [ANTARA]

peluncuran mobil listrik ini sebagai upaya Unila dalam membantu mengurangi pemanasan global

SuaraLampung.id - Dosen dan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) membuat mobil listrik yang diberi nama Electric Vehicle Unila (E.V.U 01). Mobil listrik asli buatan tangan bukan pabrikan. 

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Dr Asep Sukohar mengatakan peluncuran mobil listrik ini sebagai upaya Unila dalam membantu mengurangi pemanasan global dan memenuhi penilaian UI Green Metric serta mendukung program sustainable development goals (SDG's).

"Kalau kita lihat mobil listrik bodinya sedikit tidak rata, karena kendaraan ini terbuat dari fiber yang disisipkan bahan alam, salah satunya serat bambu. Tentunya ini sangat mendukung program UI Green Matric dan SDGs," kata dia dikutip dari ANTARA.

Ia berharap ke depan program mobil listrik tidak berhenti di sini,  namun berkelanjutan guna menyempurnakan kekurangan yang ada.

Baca Juga: Pasien COVID-19 Diduga Omicron adalah ASN Pemprov Lampung yang Baru Pulang dari Bogor

"Jadi, kami harap keberadaan mobil listrik dapat terus berkembang dan mengalami peningkatan dari segi kualitas," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Mobil Listrik Unila, Martinus mengatakan mobil listrik tersebut merupakan gagasan sejak tahun 2015.

"Gagasan itu sudah sejak 2015, kemudian saya ditantang oleh Wakil Rektor II untuk membuat mobil dengan kapasitas 4 orang. Dari situ kami membentuk tim guna melakukan riset dan pembuatan mobil listrik, alhamdulillah sudah terealisasi," ujarnya.

Martinus yang juga dosen Teknik Mesin Unila itu menerangkan bahwa dalam pembuatannya, mobil listrik tersebut menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

"Bodinya menggunakan serat alam, rami dan daun bambu, untuk jok daru serat kelapa sesuai dengan alam, hal ini dilakukan karena kita memiliki serat alam yang sangat luar biasa, tetapi masih minim dalam pengolahannya," terangnya.

Baca Juga: Rayuan Maut Anggota TNI Luluhkan Hati Bocah SD di Lampung Timur untuk Divaksin Covid-19

Ia mengatakan ke depan yang harus dilakukan adalah memperbanyak ekosistemnya dan pengisian bahan bakar tenaga surya serta penelitian turunannya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait