facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Beredar Pesan Berantai Warga Bandar Lampung Terpapar Omicron, Ini Kata Kadis Kesehatan Reihana

Wakos Reza Gautama Kamis, 13 Januari 2022 | 10:37 WIB

Beredar Pesan Berantai Warga Bandar Lampung Terpapar Omicron, Ini Kata Kadis Kesehatan Reihana
Ilustrasi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana. Reihana menanggapi pesan berantai adanya warga Bandar Lampung yang terpapar Omicron. [ANTARA]

Isi pesan berantai itu menyebutkan ada satu orang warga Bandar Lampung terdeteksi terpapar Omicron.

SuaraLampung.id - Warga Bandar Lampung dihebohkan dengan pesan berantai mengenai adanya warga Bandar Lampung yang terpapar Omicron. Pesan berantai ini menyebar luas lewat WhatsApp Grup.

Isi pesan berantai itu menyebutkan ada satu orang warga Bandar Lampung terdeteksi terpapar Omicron. Masyarakat diminta untuk waspada. 

Berikut isi pesan berantai mengenai warga Bandar Lampung terpapar Omicron yang menyebar lewat WA Grup:

"Rekan2 sekalian hari ini terdeteksi 1 org Warga Bandar Lampung yg terpapar C19 varian Omicron, utk itu ingatkan terus masy tentang prokes ketat, aktifkan kegiatan PPKM skala Micro dan lakukan 3T kpd org yg kontak erat dgn warga yg terpapar, Salam sehat selalu".

Baca Juga: Meski Bergejala Ringan, WHO Minta Waspada terhadap Omicron

Suaralampung.id berupaya mengonfirmasi pesan berantai ini ke Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana

Reihana mengaku belum ada informasi mengenai adanya warga Bandar Lampung yang terpapar Omicron. 

"Belum ada info, " kata Reihana melalui pesan Whatsapp, Kamis (13/01/2022).

Sebelumnya Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung menyatakan pasien Omicron wajib melakukan isolasi dan perawatan di rumah sakit. Kewajiban ini mengikuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan, surat edaran dari Kementerian Kesehatan mengharuskan pasien Omicron wajib di isolasi di rumah sakit.

Baca Juga: Meski Gejalanya Lebih Ringan dari Varian Delta, WHO Peringatkan Varian Omicron Tetap Berbahaya

 Ia mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi persebaran COVID-19 varian baru Omicron di tengah masyarakat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait