Gus Yahya: NU Terbelah Cebong Kampret di 2019

Gus Yahya tak ingin NU terpecah kembali hanya gara-gara urusan politik praktis.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 21 Desember 2021 | 17:08 WIB
Gus Yahya: NU Terbelah Cebong Kampret di 2019
Ilustrasi Gus Yahya. Gus Yahya sebut NU terbelah jadi cebong dan kampret di pilpres 2019. [TVNU]

SuaraLampung.id - Yahya Cholil Staquf  atau akrab disapa Gus Yahya menyatakan dengan tegas tak ada calon presiden dan calon wakil presiden dari NU pada pilpres 2024 jika terpilih menjadi Ketua Umum PBNU.

Gus Yahya tak ingin NU terpecah kembali hanya gara-gara urusan politik praktis. Ini berkaca pada pilpres 2019 lalu dimana ada salah satu kader NU menjadi cawapres yaitu KH Ma'ruf Amin. 

Menurut Gus Yahya, majunya Ma'ruf Amin sebagai cawapres pada pilpres 2019 membuat NU terbelah. Ada yang mendukung ada juga yang tidak. 

"Karena kenyataannya 2019 kemarin, NU yang mau nyoblos Jokowi Maruf 58 persen. 42 persen ga mau. NU terbelah. Separuh cebong separuh kampret," kata Gus Yahya saat acara Ngopi Bareng Gus Yahya dari Arena Muktamar, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga:Presiden dan Wapres Fix Pasti Hadir di Pembukaan Muktamar NU ke-34 di Lampung Besok

Menurutnya jika hal itu terulang maka yang terjadi jurang perbedaan akan semakin menganga. Padahal kata Gus Yahya, NU adalah penyangga keutuhan bangsa.

Gus Yahya tak ingin masyarakat kembali terjebak pada ledek-ledekan tidak bermutu seperti yang terjadi pada pilpres 2019. Karena itu untuk mencegah terbelahnya masyarakat, Gus Yahya dengan tegas menyatakan tak ada capres dan cawapres dari NU di 2024. 

Gus Yahya juga secara terus terang menyatakan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Ia tidak ingin berpura-pura diminta tapi memang dirinyalah yang mencalonkan diri. 

Bagi Gus Yahya, mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU adalah seperti melamar pekerjaan.

"Saya melamar untuk dipilih jadi ketua umum untuk pekerjaan ini," ujarnya.

Baca Juga:Presiden Jokowi Hadir Pembukaan Muktamar ke-34 NU di Ponpes Darussa'adah Lampung Tengah

"Kalo saya dirusuh jadi ketua umum supaya bisa nyalon presiden cawapres, mendukung calon tertentu saya tidak mau," tegasnya.

Muktamar ke-34 NU yang digelar di Provinsi Lampung salah satu agendanya adalah memilih Ketua Umum PBNU untuk periode selanjutnya. 

Sejauh ini sudah ada dua orang yang menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Pertama adalah petahana KH Said Aqil Siradj dan kedua adalah Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. 

Menurut Gus Yahya, jika dirinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU akan tetap merangkul KH Said Aqil.

Gus Yahya mengaku pihaknya sudah menawarkan Said Aqil sebagai Wakil Rais Aam PBNU. Namun Said Aqil menolak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini