alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rajungan yang Makin Langka di Pesisir Lampung Timur

Wakos Reza Gautama Sabtu, 27 November 2021 | 09:42 WIB

Rajungan yang Makin Langka di Pesisir Lampung Timur
Jumlah Rajungan di Lampung Timur mulai menurun. [Suaralampung.id/Agus Susanto]

penurunan produksi rajungan di Lampung Timur disebabkan alat tangkap nelayan yang tidak ramah lingkungan

SuaraLampung.id - Populasi rajungan di pesisir Lampung Timur menghawatirkan. Jika pemerintah tidak bergerak serius dikhawatirkan satwa laut dengan ciri khas dua senjata capit itu bisa punah.

Hal tersebut ditegaskan ketua Persatuan Pengusaha rajungan Lampung Timur, Nurhayanti saat ditemui di Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Jumat (26/11/2021).

Perempuan kelahiran 1966 itu mengatakan, penurunan produksi rajungan disebabkan alat tangkap nelayan yang tidak ramah lingkungan, seperti jenis jaring arad, sodong dan dogol. Tiga jenis jaring tersebut bisa mengangkut telur telur rajungan atau anak anak rajungan.

Selain alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, pengerukan pasir laut di wilayah Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, kata Nurhayati, juga menjadi penyebab langkanya rajungan.

Baca Juga: Polisi Peduli Lingkungan, Cara Aipda Gede Sumadia Hijaukan Register 38 Lampung Timur

Sebab dengan adanya pengerukan pasir laut sangat menganggu perkembangbiakan rajungan karena rajungan melakukan pembuahan atau bertelur di lokasi pasir.

"Pengerukan pasir di teladas berjalan sumput sumputan, secara jelasnya memang saya tidak tau pasti, tapi itu informasi dari anak buah saya yang sering berlayar ke wilayah Teladas," kata Nurhayati.

Perempuan 56 tahun itu menjelaskan penurunan produksi rajungan dialami sejak 2016 hingga saat ini. Sebelum 2016 dirinya dalam satu hari bisa mengirim daging rajungan sebanyak 1 ton.

Namun selama empat tahun terakhir ini dirinya hanya bisa memproduksi daging rajungan sebanyak 4 kuintal dalam 2 hari.

"Bayangkan dulu sebelum 2016 sehari saya bisa mengirim 1 ton daging rajungan ke perusahaan setiap hari, tapi empat tahun hanya sanggup 4 kuintal 2 hari sekali, berapa persen penurunannya," kata Ibu dua anak itu.

Baca Juga: Tolak Umrah dari Pemerintah, Keluarga Korban Talangsari: Umrah Bukan Hadiah Negara

Nurhayati, merupakan salah satu pengusaha supplier daging rajungan di Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai, dan juga sebagai Ketua Persatuan Pengusaha Rajungan berharap pemerintah bisa memperhatikan persoalan tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait