facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Karier KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, Terkenal Perintah Turunkan Baliho HRS

Tasmalinda Rabu, 17 November 2021 | 17:55 WIB

Karier KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, Terkenal Perintah Turunkan Baliho HRS
Tangkapan layar KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Sosok Dudung terkenal atas intruksi turunkan baliho HRS.[Ist]

Nama Jenderal Dudung makin terkenal setelah intruksinya menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Itu perintah saya, berapa kali Satpol PP turunkan dinaikkan lagi. Jadi, siapa pun di Republik ini. Ini negara hukum harus taat hukum. Kalau pasang baliho, jelas aturan bayar pajak, tempat ditentukan. Jangan seenak sendiri, seakan-akan dia paling benar," tegas Dudung kala itu.

Dudung, kemudian diangkat menjadi Pangkostrad pada 25 Mei 2021.

Tak sampai enam bulan, Dudung akan dilantik menjadi Kasad menggantikan Jenderal Andika yang jadi Panglima TNI.

Tanda jasa yang pernah diperoleh Dudung, yakni Bintang Kartika Eka Paksi Nararya (2003), Satyalancana Kesetiaan XXIV, Satyalancana Kesetiaan XVI, Satyalancana Kesetiaan VIII.

Baca Juga: Kisah Sri Martini Perawat ODGJ di Bandar Sribhawono Lampung Timur

Dudung juga telah banyak menerima brevet, antara lain, Brevet Cakra Kostrad, Brevet Intai Tempur, Brevet Para Raider, Brevet Airborne, Brevet Airassault Brevet Junior Officer Combat Instructor Course – Indonesia (Jocit-1).

 Layak

Pengamat intelijen dan militer Susaningtyas Kertopati ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, berpendapat Letjen TNI Dudung Abdurachman layak untuk menjabat sebagai Kasad.

Dudung, kata Susaningtyas, seorang Perwira Tinggi (Pati) TNI yang memiliki kemampuan baik dalam menghadapi peperangan hibrida.

"Letjen Dudung mampu membaca ancaman baik radikalisme maupun separatisme," kata wanita yang biasa disapa Nuning ini.

Baca Juga: KPK Korek Aliran Uang Azis Ke Bekas Penyidik Robin dalam Kasus Korupsi Lampung Tengah

Kasad diharapkan memiliki kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang handal dan pengetahuan intelijen serta cukup memahami perkembangan tekhnologi pertahanan baru, termasuk Siber.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait