Dewan Dakwah Lampung Bongkar Sosok yang Ditangkap Densus 88

Densus 88 menangkap jaringan teroris di Desa Bagelen, Pesawaran, Senin (1/11/2021).

Tasmalinda
Senin, 01 November 2021 | 17:34 WIB
Dewan Dakwah Lampung Bongkar Sosok yang Ditangkap Densus 88
Densus 88 tangkap terduga teroris di Desa Bagelen, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Senin (01/11/2021)  [Ist]

SuaraLampung.id - Densus 88 menangkap jaringan teroris di Desa Begelen, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung Senin (01/11/2021) pagi. Penangkapan ini juga diungkapkan Seketaris Umum Dewan Dakwah Provinsi Lampung, Ansori.

Ia lebih membantah, jika  ketua Dewan Dakwah Pesawaran yang diduga ditangkap oleh Densus 88 di Desa Bagelen, Gedong Ta taan, Kabupaten Pesawaran, Senin (01/11/ 2021)

Ansori saat dihubungi melalui sambungan ponsel membantah jika Ketua Dewan Dakwah Pesawaran yang ditangkap Densus 88.

"Yang ditangkap oleh Densus 88 bukan ketua Dewan Dakwah Pesawaran. Yang ditangkap itu Ketua Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (BM ABA) , " kata Ansori, Senin (01/112021).

Baca Juga:Breaking News: Densus 88 Tangkap Jaringan Teroris di Desa Bagelen Pesawaran

Adapun rumah yang digeledah oleh Densus 88 tersebut memang benar TPA dikelola oleh anggota Dewan Dakwah Pesawaran.

"Perihal TPA itu, memang sekarang yang mengelola adalah kawan kawan Dewan Dakwah Pesawaran karena sayang sudah lama tidak dipakai, "jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Dakwah Pesawaran, Susisno juga membantah jika dirinya yang ditangkap oleh Densus 88.

" Itu rumahnya, SH ketua Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (MB ABA).Di rumah itu ada tulisan "Rumah Tahfidz Dewan Dakwah Pesawaran,karena TPA disitu di kelola oleh rekan rekan Dewan Dakwah Pesawaran, " kata Susisno.

Rumah tersebut, milik SH Ketua BM ABA namun TPA di rumah tersebut dikelola oleh anggota Dewan Dakwah Pesawaran.

Baca Juga:Diduga Terlibat dengan Jaringan Teroris Makassar, Densus Telusuri Munarman

"Informasinya, Ketua BM ABA ditangkap kemarin, sore. Tadi hanya pengeledahan saja. Dulu, TPA itu dikelola oleh ketua BM ABA, tapi Off makanya, rekan rekan Dewan Dakwah Pesawaran melanjutkan TPA di situ. Sayang tidak dikelola, karena banyak anak yang ngajinya, sekitar delapan puluh orang " ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini