Mengenal Penyakit Trigeminal Neuralgia yang Bisa Mendorong Penderitanya Bunuh Diri

Rasa sakit yang luar biasa akibat penyakit trigeminal neuralgia bisa mendorong pasien bunuh diri

Wakos Reza Gautama
Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:53 WIB
Mengenal Penyakit Trigeminal Neuralgia yang Bisa Mendorong Penderitanya Bunuh Diri
Ilustrasi sakit.Mengenal penyakit Trigeminal Neuralgia yang bisa mendorong penderita bunuh diri. [Shutterstock]

SuaraLampung.id - Masyarakat mesti mewapadai penyakit trigeminal neuralgia. Kenapa harus diwasdapai? Karena penyakit ini bisa mendorong penderitanya bunuh diri

Lalu apa itu penyakit trigeminal neuralgia?

Trigeminal neuralgia kata Dokter spesial bedah saraf dr. Mustaqim Prasetya, Sp.BS FINPS yakni kondisi nyeri wajah sebelah pada daerah yang diatur oleh saraf trigeminal dan memiliki tingkat kenyerian luar biasa.

Rasa sakit yang luar biasa akibat penyakit trigeminal neuralgia, menurut dr Mustaqim, mendorong efek psikologis pada pasien untuk bunuh diri.

Baca Juga:Mengenal Metode PRFR, Pengobatan Nyeri Wajah Trigeminal Neuralgia Tanpa Operasi

Kata Mustaqim, banyak istilah lain untuk menggambarkan seberapa menderitanya para pasien yang mengalami sakit ini.

Ada yang mengatakan dengan istilah the suicide disease, yaitu sakit yang luar biasa sehingga saking putus asanya beberapa pasien itu terlintas pikiran-pikiran negatif untuk mengakhiri hidupnya.

"Pengalaman kami juga ada beberapa pasien yang sudah sempat melakukan percobaan bunuh diri,” ujar dokter dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) ini dalam dalam webinar yang digelar Klinik Utama dr. Indrajana pada Rabu (13/10/2021) dikutip dari ANTARA.

Nyeri bisa terjadi di antara hidung dan bibir, bibir atas dan bawah, dagu, pipi, gusi, dan dahi. Kualitas nyeri yang dialami pasien cukup beragam, mulai dari seperti tertusuk, tajam, tersengat listrik, keram, tegang, rasa terbakar.

Kondisi tersebut juga menyebabkan pasien kesulitan bicara. Bahkan seorang pasien dokter Mustaqim mengatakan bahwa ketika rambutnya jatuh ke pipi juga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Baca Juga:Di Jepang, Kasus Bunuh Diri Pelajar SD hingga SMA Meningkat Selama Pandemi COVID-19

“Banyak orang yang tidak mengerti dengan kondisinya, kenapa karena biasanya penderita trigeminal neuralgia secara fisik terlihat seperti sehat kecuali pada saat serangan. Bahkan, banyak orang yang mengatakan apa yang dirasakan pasien itu berlebih-lebihan,” katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini