Calon Kuat Ketum PBNU, Gus Baha Ingin Mimpin NU bukan di Dunia

Munculnya nama Gus Baha sebagai calon kuat Ketum PBNU terlihat dari hasil survei Indostrategic

Wakos Reza Gautama
Senin, 11 Oktober 2021 | 10:32 WIB
Calon Kuat Ketum PBNU, Gus Baha Ingin Mimpin NU bukan di Dunia
Ilustrasi Gus Mus dan Gus Baha. Gus Baha calon kuat Ketum PBNU. [Instagram/Ngajibarenggusbaha]

SuaraLampung.id - Nama Gus Baha muncul sebagai calon kuat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Munculnya nama Gus Baha sebagai calon kuat Ketum PBNU terlihat dari hasil survei Indostrategic. Gus Baha menduduki posisi keempat dengan persentase 12,4 persen.

Di Twitter nama Gus Baha bahkan menjadi trending topic sebagai calon Ketum PBNU. Saat ini Gus Baha menjabat sebagai Rais Syuriyah PBNU. 

Mengenai jabatannya di PBNU sebagai Rais Syuriyah, Gus Baha pernah menyinggungnya saat ceramah di Jakarta beberapa bulan lalu. 

Baca Juga:Unggul Survei Calon Ketum PBNU, Begini Respon KH Marzuki Mustamar

Menurut Gus Baha ia tidak terlalu memikirkan mengenai pengangkatannya sebagai Rais Syuriyah PBNU.

"Saya kata orang banyak itu di SK Kan PBNU tapi itu ga pernah saya pikir karena saya melakukan kebaikan itu sebelum dapat SK. Saya ngajar sebelum dapat SK, saya dakwah dimana-mana sebelum dapat SK. Jadi SK saya langsung dari Allah Taala," kata Gus Baha dikutip dari YouTube Jemari Ilmu. 

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Polemik azan jihad yang sempat menjadi kontroversial dijawab Gus Baha. [FOTO: NU Online]
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Polemik azan jihad yang sempat menjadi kontroversial dijawab Gus Baha. [FOTO: NU Online]

Gus Baha menerima pengangkatannya sebagai Rais Syuriyah PBNU jika niatnya adalah ikrar kemanfaatan dirinya.

"Jadi kalo PBNU niatnya ikror bahwa orang yang sudah manfaat diangkat itu saya terima. Tapi kalo merasa ngangkat saya, tak lawan di pengadilan karena saya sudah jadi kiai sebelum diangkat PBNU," katanya disambut tawa jamaah. 

"Jadi kalo SK itu ikror ngakui Gus Baha manfaat itu saya terima. tapi kalo ngerasa ngangkat dari bawah ke atas tak lawan sampai pengadilan sampai akhirat. Tersangkanya ya yang sedang jabat sekarang ini," seloroh Gus Baha. 

Baca Juga:Kiai Marzuki Mustamar Ungguli Survei Caketum PBNU Sebanyak 24,7 Persen

Namun Gus Baha yakin para pengurus PBNU mengangkatnya sebagai Rais Syuriyah karena ikrar kemanfaatan. 

"Pak Said Aqil juga orang alim. Mbah-mbahnya juga orang alim. Baru kemarin nyocokin nasab sama saya. Buyut-buyutnya beliau itu adik  buyut saya. Saya tetap hormat sama beliau karena pernah sepuh," ucapnya. 

Lalu Gus Baha menyinggung mengenai kehendak Allah. Menurutnya, sisa saja orang yang mondok tiga bulan menjadi Rois PBNU.

"Bisa saja yang mondok lama hanya kiai RT. Tapi itu hanya hukum duniawi. Saya yakin yang kiai RT ini PBNU di akhirat karena mondoknya lebih lama. Saya juga berencana mimpin NU di akhirat saja bukan di dunia," katanya. 

"Makanya saya mohon SK itu berakhir di Muktamar mendatang. karena saya sudah kiai sebelum diangkat. Kalo pengangkatan niatnya ikror saya terima, kalo niatnya ngangkat tak gugat di pengadilan. Ini tak guyon ini betulan. Tapi ini hanya guyon saja," ucap Gus Baha. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak