IDI Bandar Lampung Sebut Banyak Pasien COVID-19 Isoman Tidak Melapor karena Takut Stigma

IDI Bandar Lampung menyebut banyak pasien COVID-19 isoman yang tidak melapor

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 13 Agustus 2021 | 08:24 WIB
IDI Bandar Lampung Sebut Banyak Pasien COVID-19 Isoman Tidak Melapor karena Takut Stigma
Ilustrasi isoman. IDI Bandar Lampung menyebutkan banyak pasien COVID-19 isoman tidak melapor karena takut stigma. [Freepik]

SuaraLampung.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung mengungkap fakta mengenai pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri atau isoman

IDI Bandar Lampung menyebut banyak pasien COVID-19 isoman  yang tidak melapor ke aparatur desa atau pemerintah/Dinas Kesehatan.

Para pasien COVID-19 yang isoman ini tidak melapor karena takut dengan stigma buruk di masyarakat bila terpapar COVID-19.

"Paling susah itu kan menghilangkan stigma, karenanya banyak tidak mau lapor takut dikucilkan dan sebagainya bila terpapar COVID-19," kata Ketua IDI Cabang Bandar Lampung, dr Aditya M Biomed, Kamis (12/8/2021) dikutip dari ANTARA.

Baca Juga:Mohon Doanya, Istri Wali Kota Padangsidimpuan Isolasi Mandiri karena Terpapar Covid-19

Untuk mengatasi hal ini, Aditya menyarankan pemerintah segera mengklarifikasi misinformasi yang ada di masyarakat terkait COVID-19.

Harapannya masyarakat sadar bahwa COVID-19 ini bukanlah sebuah aib bagi mereka.

Dengan begitu, kata Aditya, masyarakat sadar serta melaporkan kondisi kesehatannya, sehingga proses tracingnya lebih mudah.

"Tentunya banyak pasien isoman ini juga karena mereka lebih memilih melakukan swab tes secara mandiri dan bila positif malah menyembunyikannya," kata dia lagi.

Menurutnya, banyaknya warga yang positif COVID-19 dan menjalani isoman tidak terdata, sudah pasti hal ini akan menyulitkan dalam proses penelusuran (tracing) oleh Pemerintah.

Baca Juga:Bupati Batang Perintahkan Gerakan Peduli Warga Isoman

"Kalau mereka tidak terdata atau melaporkan tentunya tracing tidak jalan, padahal itu kan kewajiban Pemerintah setelah ada yang terkonfirmasi harus ada penelusuran guna mengurangi risiko," kata dia lagi.

Bahkan, lanjut dia, pasien COVID-19 yang menjalani isoman namun tidak melaporkan kondisinya, dapat menjadi berbahaya karena mereka bisa menjadi sumber penularan COVID-19.

"Saya harap masyarakat juga sadar terkait masalah ini. Mungkin mereka menganggap kalau kondisinya baik-baik saja dan hanya gejala ringan, tapi kan buat lingkungan itu bahaya karena bisa jadi sumber penularan," kata dia pula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak