Selama ini kebanyakan orang mulai mencari malam lailatul qadar di 10 hari terakhir. Menurut Gus Baha, jika mencari malam lailatul qadar di 10 terakhir ramadhan akan ketinggalan.
Menurut Gus Baha, ada ayat Alquran yang menunjukkan mengenai lailatul qadar tanpa tanggal. Yaitu pada surat Al Baqarah ayat 185.
"(ayat itu) Itu menunjukkan semua Ramadhan. Makanya ada ulama yang bilang Lailatul Qadar dimulai 1 ramadhan," kata Gus Baha.
Gus Baha lalu menjelaskan hadis Nabi Muhamad SAW mengenai malam lailatul qadar. "Sabda nabi kan begini: Carilah (lailatul Qadar) yang serius pas tanggal 10 terakhir ramadhan," kata Gus Baha.
Baca Juga:Charles & Keith Rilis Koleksi Ramadhan 2021, Terinspirasi Senja dan Fajar
"Makanya baca hadis itu dijiwai. Sabda nabi itu: Seriusnya bukan pencariannya. Dalam redaksi hadisnya seriusnya itu tanggal 21 ramadhan. Ga ada tuh riwayat harus kalian cari tanggal 21 ramadhan. Redaksi hadisnya itu bulan ramadhan. artinya seluruh ramadhan," jelasnya lagi.
Menurut Gus Baha, yang disebut serius itu klimaks dan start 1 ramadhan. "Kalau kalian baru serius 21 ramadhan, kata malaikat: Lho kok baru nyari sekarang. Berarti dianggap baru mulai. Makanya ga boleh," ucapnya.
Gus Baha mengatakan, dirinya sudah start 1 ramadhan. Ia kaji arbain nawawi khatam, Alquran khatam. Tanggal 17 ramadhan Gus Baha sudah doa khataman.
"Jadi potensi dapat lailatul qadar lebih tinggi. Sementara kalian baru mulai. Artinya belum serius. Begitu diumumkan 1 ramadhan, kamu tidur. Mulai tanggal 20 kalian serius. Jadi kalo ibarat balapan, kalah jauh," jelasnya.
"Di desa saya saja yang lailatul qadaran tanggal 17 ramadhan cuma di tempat saya saja. Lainnya di tanggal 21, 23 dst. Jadi saya ini minoritas," ujar Gus Baha.
Baca Juga:Tokoh Agama Bogor Habib Nabil: Saya Mengecam Keras Aksi Terorisme