facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hasil Survei Tunjukkan Anak Muda Ragu ikut Vaksinasi Covid-19

Wakos Reza Gautama Sabtu, 13 Maret 2021 | 05:15 WIB

Hasil Survei Tunjukkan Anak Muda Ragu ikut Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19. Hasil survei menyatakan anak muda ragu ikut vaksinasi Covid-19. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

semakin muda usia, jumlah responden yang belum bersedia divaksinasi Covid-19 semakin meningkat.

SuaraLampung.id - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia ternyata kurang diminati kalangan anak muda. Sejumlah kaum muda mengaku masih ragu untuk ikut vaksinasi Covid-19. 

Ini merupakan hasil survei Katadata Insight Center (KIC). Hasil survei menunjukkan sekitar separuh kaum muda berusia 19 – 38 tahun, masih belum bersedia dan ragu untuk divaksinasi Covid-19.

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, survei dilakukan secara online terhadap 5.963 responden di 34 provinsi di Indonesia pada 13-16 Februari 2021, sekitar satu bulan setelah program vaksinasi Covid-19 secara resmi diterapkan oleh pemerintah.

Sekitar 87,4 persen dari total responden tersebut merupakan kelompok usia muda di kisaran 19 – 38 tahun. Perinciannya: generasi Z (29,6 persen), Generasi Y (57,8 persen), Generasi X (11,6 persen) dan Baby Boomer 1 persen. Dari sisi jenis kelamin: 62 persen laki-laki dan 38 persen perempuan.

Baca Juga: Vaksin Selain Sinovac Ternyata Belum Uji Halal MUI, Apakah Jadi Haram?

Manajer Riset Katadata Insight Center (KIC), Vivi Zabkie menyebutkan bahwa semakin muda usia, jumlah responden yang belum bersedia divaksinasi semakin meningkat. Pada generasi Y (usia 23 – 38 tahun) atau dikenal dengan julukan kelompok milenial, sebanyak 45,9 persen belum bersedia divaksinasi yang terdiri atas 33,7 persen belum memutuskan dan 12,2 persen menolak divaksinasi.

Pada kelompok lebih muda (generasi Z, usia 19-22 tahun), proporsi yang belum bersedia divaksinasi semakin bertambah menjadi 51,7 persen. Jumlah ini terdiri atas 36,9 persen responden masih ragu dan 14,8 persen responden menolak divaksinasi.

Kondisi ini berbeda dengan kelompok yang berusia lebih tua. Semakin tua usia responden, maka proporsi yang enggan divaksinasi semakin sedikit. Pada Generasi X (usia 39-54 tahun) yang belum bersedia divaksinasi sebanyak 34,9 persen dan pada generasi Baby Boomer (55 – 74 tahun) yang belum bersedia divaksinasi sebanyak 23,7 persen.

“Generasi X dan Baby Boomer cenderung lebih banyak yang mau divaksinasi,” kata Vivi dalam webinar yang digelar Katadata dengan tema “Jalan Panjang Menuju Herd Immunity,” Jumat (12/3/2021).

Vivi menjelaskan sejumlah alasan mengapa kelompok usia muda justru lebih banyak yang enggan divaksinasi. Menurut dia, faktor kekhawatiran terhadap efek samping (46,8 persen) dan keamanan (43,2 persen) menjadi alasan utama keraguan ikut vaksinasi.

Baca Juga: Heboh Vaksin AstraZeneca Disetop, Satgas Covid-19: yang di Indonesia Aman

Sedangkan, seperempat responden juga mengaku tidak bersedia dan ragu divaksinasi karena tidak percaya pada efektivitas vaksin, takut menjadi kelinci percobaan, serta menyakini ada alternatif lain untuk mengakhiri pandemi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait