Tanda Tubuh Kekurangan Protein, Apa Saja?

beberapa tanda tubuh kekurangan protein tampak sepele. Tapi kalau dibiarkan, bisa berbahaya, lho.

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:37 WIB
Tanda Tubuh Kekurangan Protein, Apa Saja?
Ilustrasi makanan sumber protein. (Elements Envato)

SuaraLampung.id - Selama ini, kita selalu khawatir tubuh kekurangan vitamin dan mineral. Dan untuk memastikan kecukupannya, suplemen multivitamin pun jadi konsumsi sehari-hari. Sangat jarang di antara kita yang khawatir kekurangan protein. Padahal, sebagai sumber makronutrien kompleks, kecukupan protein sangat menentukan status kesehatan tubuh secara umum. 

Protein bisa berasal dari makanan nabati seperti kacang-kacangan, maupun hewani seperti daging, telur, hingga ikan. Kekurangan protein, yang sering juga disebut hipoproteinemia, ternyata dialami sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Apa saja tanda tubuh kekurangan protein?

Orang yang sudah mengalami hipoproteinemia parah, akan mengalami dampak yang cukup serius, seperti perut kembung, gagal hati, kulit pecah-pecah, hingga tulang rapuh dan lebih tipis. Itu sebabnya, penting untuk mengenali gejala kekurangan protein dalam kategori ringan seperti mengutip Insider berikut ini.

  • Nafsu makan mengonsumsi protein jadi meningkat drastis, akibat tubuh mencoba memperoleh asupan protein yang belum mencukupi.
  • Mudah lemah dalam melakukan aktivitas tenaga tidak seperti sebelumnya.
  • Mudah lelah, jika biasanya kuat menaiki 4 tangga tanpa terengah-engah, namun kini naik 2 tangga saja sudah sangat kelelahan.

Selain itu, berikut tanda kekurangan protein untuk kategori parah:

Baca Juga:5 Alasan Pejuang Diet Wajib Sarapan dengan Protein

  • Rambut menipis, ini karena asupan protein yang sedikit dan tidak mampu merangsang pertumbuhan rambut.
  • Kuku rapuh, serupa seperti rambut kandungan protein sangat diperlukan untuk memperkuat kuku.
  • Atrotif otot, adalah kondisi mana saraf otot mengalami kerusakan, atau otot tidak mampu bergerak akibat tidak mendapat rangsangan saraf, karena kekurangan asupan protein.
  • Pengelupasan kulit, terjadi karena kulit terlampau kering, keadaan yang lebih parah dari kulit pecah-pecah karena kekurangan protein.

Agar terhindar dari kondisi kekurangan protein, pastikan Anda mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup setiap harinya, ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak