- Polres Way Kanan menangkap tiga pelaku pembunuhan berencana terhadap penagih utang berinisial R di perkebunan Register 44 pada Oktober 2026.
- Motif pembunuhan dipicu oleh kemarahan dalang tersangka K karena korban mengancam akan menyandera istrinya akibat tunggakan utang satu juta rupiah.
- Ketiga tersangka yang berinisial K, YK, dan BM berhasil diringkus polisi bersama sejumlah barang bukti golok serta pakaian bernoda darah.
SuaraLampung.id - Berdalih sakit hati karena istrinya diancam akan disandera sebagai jaminan utang sebesar Rp1 juta, seorang pria di Way Kanan nekat merancang skenario berdarah.
Bersama dua rekannya, ia mengeksekusi penagih utang secara terencana menggunakan senjata tajam jenis golok di kawasan perkebunan Register 44, Kecamatan Negara Batin.
Korban tewas diketahui berinisial R (30), warga Mesuji Timur. Ironisnya, korban dan dalang di balik pembunuhan ini, yakni tersangka K alias C (39), saling mengenal baik saat keduanya sama-sama pernah mendekam di balik jeruji besi Lapas Menggala.
Selain K, Satreskrim Polres Way Kanan menetapkan dua eksekutor lainnya sebagai tersangka yakni YK (58) yang bertugas menyergap dan membutakan pandangan korban dengan senter, serta BM (44), sang algojo pembawa golok.
Kasat Reskrim Polres Way Kanan Iptu Riswanto membeberkan, motif pembantaian ini berakar dari sengketa piutang. Tersangka K diketahui memiliki tunggakan utang Rp1 juta kepada korban R.
Saat mendatangi kediaman K, korban sempat melontarkan ancaman bahwa jika uangnya tidak segera dibayar, ia akan membawa istri K berinisial Y sebagai jaminan. Ancaman itulah yang membakar amarah K.
"Tersangka K yang saat itu sedang bekerja di luar rumah tidak terima istrinya diancam. Ia lantas menelepon YK untuk 'menyelesaikan' korban. YK kemudian mengajak BM membawa senjata tajam menuju lokasi," jelas Iptu Riswanto, Senin (2/11/2026).
Peristiwa mencekam itu terjadi pada Minggu petang (25/10/2026). Saat itu, korban R datang bersama seorang rekannya. Karena K tidak ada di tempat, keduanya hanya ditemui oleh istri K di teras rumah.
Menjelang magrib, korban hendak pulang namun kehabisan bensin. Korban sempat berutang tiga liter bensin di warung mertua K, lalu meminta istri K yang membayarnya.
Baca Juga: Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong
Situasi ini dimanfaatkan secara lihai. Istri K meminta rekannya mengantar anaknya ke agen BRILink untuk mengambil uang, menyisakan korban seorang diri di teras yang mulai gelap.
Saat korban lengah duduk di teras, komplotan pembunuh tiba. Tersangka YK mendekat dan langsung menyorotkan cahaya senter hijau tepat ke arah wajah korban untuk menyilaukan pandangannya sembari menginterogasi asal-usulnya.
Cahaya senter itu rupanya menjadi kode eksekusi. Dari arah belakang dalam kegelapan, BM yang mengenakan topeng dan pakaian serba gelap langsung menyergap sambil menghunus golok sepanjang 40 sentimeter.
Sabetan membabi buta mendarat telak di tubuh R. Korban yang bersimbah darah sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam rumah. Namun, BM terus memburu dan kembali mengayunkan bilah tajamnya.
Dengan sisa tenaga, korban melompat keluar rumah dan lari sejauh 200 meter ke arah jalan sebelum akhirnya roboh tersungkur ke tanah.
Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Gisting Jaya mengungkap kebrutalan para pelaku. Pipi kanan korban robek sepanjang 18 cm hingga kedalaman 5 cm, pundak kanannya terkoyak, jari kelingkingnya putus, dan luka fatal sedalam 8 cm di leher yang memutus pembuluh darah arteri karotis korban.
Tag
Berita Terkait
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong
-
Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong