- Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar Provinsi Lampung dengan nilai 561,74 juta dolar AS pada Januari-Juli 2026.
- Lemak serta minyak hewan dan nabati menjadi komoditas ekspor utama Lampung ke Amerika Serikat senilai 364,36 juta dolar AS.
- Provinsi Lampung berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan yang besar sebesar 2.618,40 juta dolar AS pada periode tersebut.
SuaraLampung.id - Di tengah dinamika ekonomi global yang tak menentu, Provinsi Lampung justru semakin mempererat kemesraan dagangnya dengan Negeri Paman Sam.
Amerika Serikat kini resmi mengukuhkan posisinya sebagai mitra emas, menjadi tujuan ekspor terbesar bagi komoditas unggulan Bumi Ruwa Jurai sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat sebesar 561,74 juta dolar AS mengalir dari Amerika Serikat ke kantong ekspor Lampung selama periode Januari-Juli 2026.
Bukan rahasia lagi jika kekayaan alam Lampung selalu menggoda pasar internasional. Amerika Serikat rupanya sangat haus akan lemak serta minyak hewan dan nabati dari Lampung, dengan nilai transaksi mencapai 364,36 juta dolar AS.
Namun, kejutan besar justru datang dari sektor yang jarang tersorot. Golongan bahan kimia organik mencatatkan performa fenomenal dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 133,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di balik gemerlap angka kimia organik, terselip kabar muram dari komoditas legendaris Lampung. Golongan kopi, teh, dan rempah-rempah harus menelan pil pahit dengan penurunan ekspor terdalam sebesar 37,66 persen. Hal ini sejalan dengan terkoreksinya sektor pertanian secara keseluruhan yang turun 37,50 persen.
"Nilai ekspor keseluruhan Provinsi Lampung di Januari-Juli 2026 mencapai 3.591,80 juta dolar AS," ujar Hermawan Prasetyo, Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, dalam paparan daringnya, Selasa (3/9/2026).
Angka ini menunjukkan sedikit turbulensi tipis sebesar 0,15 persen dibanding tahun lalu, namun tetap menunjukkan daya tahan yang luar biasa.
Tak hanya ekspor, urusan belanja internasional atau impor Lampung juga menunjukkan tren menarik. Menariknya, Amerika Serikat bukan hanya pembeli setia, tapi juga pemasok utama kebutuhan Lampung dengan nilai 174,65 juta dolar AS, disusul Jerman dan Australia.
Baca Juga: Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar
Namun, yang paling membanggakan adalah catatan rapor hijau pada neraca perdagangan. Lampung berhasil mencatatkan surplus raksasa sebesar 2.618,40 juta dolar AS. Artinya, Lampung jauh lebih banyak menjual barang ke luar negeri daripada membeli dari negara lain.
Keberhasilan ini didorong kuat oleh sektor non-migas yang menyumbang surplus 2.661,11 juta dolar AS, menutupi defisit tipis di sektor migas.
Meski Amerika Serikat menjadi juara, Lampung tetap menjaga hubungan baik dengan raksasa Asia dan Eropa. China membuntuti di posisi kedua tujuan ekspor dengan nilai 437,73 juta dolar AS, disusul Belanda yang tetap setia di posisi ketiga dengan 302,15 juta dolar AS. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar
-
Emas hingga Beras Menyengat: Bandar Lampung Jadi Kota Paling Mahal di Lampung
-
Apes! Gara-gara GPS, Dua Maling Motor di Bandar Lampung Tertangkap Hanya dalam 2 Jam
-
Viral Gadis Lampung Mengaku Jadi Korban Perdagangan Orang, Ini Penjelasan Polisi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran