Wakos Reza Gautama
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:40 WIB
Seorang nelayan asal Pesisir Barat hilang di perairan Way Haru. [Dok Humas Polres Pesisir Barat]
Baca 10 detik
  • Dua nelayan asal Pekon Way Haru diterjang gelombang setinggi tiga meter di perairan Samudra Hindia pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026.
  • Herwandi berhasil menyelamatkan diri setelah terombang-ambing selama tiga jam, sementara rekannya bernama Suroso hilang terbawa arus.
  • Tim SAR gabungan mengerahkan petugas untuk menyisir lokasi guna mencari keberadaan Suroso yang belum ditemukan.

SuaraLampung.id - Harapan untuk membawa pulang hasil laut yang melimpah berubah menjadi mimpi buruk bagi dua nelayan di perairan Way Haru, Pesisir Barat.

Kamis pagi (20/8/2026), gelombang raksasa menghantam perahu mereka, memicu drama penyelamatan nyawa yang memilukan.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Herwandi (40) dan Suroso (35), dua nelayan asal Pekon Way Haru, berangkat melaut menggunakan jukung "Sepanas Ujung".

Tanpa peringatan, dinding air setinggi tiga meter mendadak muncul dan menghempas perahu kecil tersebut. Kekuatan ombak yang masif membuat jukung bermesin Yamaha 15 PK itu terbalik seketika, melemparkan kedua pria itu ke tengah amukan Samudra Hindia.

Di tengah kekacauan buih putih dan gulungan ombak, Herwandi berhasil muncul ke permukaan. Dengan sisa tenaga yang ada, ia berusaha memanggil-manggil nama rekannya, Suroso. Namun, laut tetap bungkam. Suroso lenyap, seolah ditelan oleh kepekatan air yang keruh akibat badai.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah ujian fisik dan mental bagi Herwandi. Selama hampir tiga jam, pria berusia 40 tahun itu harus terombang-ambing di tengah laut lepas. Sendirian, kedinginan, dan dikelilingi ombak besar, ia berjuang melawan arus demi bisa kembali ke daratan.

Keajaiban memihak Herwandi. Dengan tekad kuat, ia akhirnya berhasil mencapai pantai dan menyelamatkan diri, meski dengan tubuh yang lemas dan trauma mendalam karena tak berhasil menemukan rekannya.

Kapolsek Ngaras, Iptu Doni Dermawan menyatakan bahwa tim gabungan telah dikerahkan secara maksimal.

"Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas, BPBD Pesisir Barat, Satpolair, hingga Inafis untuk menyisir lokasi," tegasnya.

Baca Juga: Dosa Masa Lalu Terungkit: Narapidana Lapas Krui Kembali Jadi Tersangka Kasus Lama

Hingga kini nasib Suroso masih menjadi tanda tanya besar. Tim SAR gabungan masih berjibaku dengan kondisi perairan yang tidak menentu untuk mencari keberadaan nelayan malang tersebut.

"Utamakan keselamatan. Jangan memaksakan melaut jika kondisi gelombang membahayakan," pungkasnya.

Load More