Wakos Reza Gautama
Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:28 WIB
Asap pekat dari kebakaran lahan tebu milik perusahaan memicu malapetaka di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kampung Bawang Latak, Kecamatan Menggala. Ketiadaan jarak pandang berujung pada tabrakan beruntun tragis yang melibatkan sedikitnya 10 kendaraan, merenggut dua korban jiwa, serta melumpuhkan arus lalu lintas hingga 4 kilometer. [Dok Kantor SAR Lampung]
Baca 10 detik
  • Kebakaran lahan tebu perusahaan menyebabkan jarak pandang nol dan memicu tabrakan beruntun sepuluh kendaraan di Jalintim Menggala.
  • Insiden maut tersebut mengakibatkan dua orang tewas di lokasi kejadian serta lima korban lainnya mengalami luka-luka.
  • Tim SAR gabungan dan kepolisian berhasil mengevakuasi seluruh korban serta memadamkan api untuk memulihkan arus lalu lintas.

SuaraLampung.id - Asap pekat dari kebakaran lahan tebu milik perusahaan memicu malapetaka di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kampung Bawang Latak, Kecamatan Menggala.

Ketiadaan jarak pandang berujung pada tabrakan beruntun tragis yang melibatkan sedikitnya 10 kendaraan, merenggut dua korban jiwa, serta melumpuhkan arus lalu lintas hingga 4 kilometer.

Tragedi bermula saat sebuah mobil boks nekat mendahului kendaraan di depannya meski kondisi jalan raya gelap gulita terselimut kabut asap tebal.

Dari arah berlawanan, sebuah mobil SUV melaju dan tabrakan hebat pun tak terhindarkan. Benturan keras tersebut memicu reaksi karambol beruntun dari delapan kendaraan lain di belakangnya yang gagal menghentikan laju lajur.

Kasat Lantas Polres Tulang Bawang, Iptu Farhan Maulana A, mengonfirmasi insiden maut tersebut terjadi akibat minimnya visibilitas pengendara saat melintasi kepulan asap kebakaran perkebunan tebu.

"Jarak pandang terganggu akibat pekatnya asap kebakaran lahan. Mobil boks mencoba mendahului, lalu terjadi adu banteng dengan kendaraan SUV hingga memicu tabrakan beruntun sepuluh kendaraan," terang Iptu Farhan.

Kerasnya benturan membuat beberapa mobil ringsek parah dan menjepit penumpangnya di dalam kabin. Insiden ini menelan total 7 korban, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah.

Dua korban tewas teridentifikasi bernama Heri, warga Labuhan Maringgai, Lampung Timur, dan Rizki Mubarok, warga Desa Pahang Asri, Buay Pemuka Peliung, OKU Timur.

Sementara lima korban lainnya mengalami luka-luka, yakni Muhammad A Yamin, Aang Barusin, Entis Sutisna, Apung Hanuji, dan Catur Sampurna.

Baca Juga: Maut di Jalinpantim Tulang Bawang: Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan, 2 Tewas Terjepit

Melihat kondisi korban yang terhimpit reruntuhan bodi mobil, aparat Polres Tulang Bawang langsung meminta bantuan darurat Tim Rescue Basarnas Lampung Pos SAR Tulang Bawang.

Dengan membawa armada rescue dan peralatan ekstrikasi hidrolik pemotong baja, Tim SAR Gabungan berjibaku mengeluarkan para korban yang terjebak di tengah situasi jalanan yang masih berasap.

Proses evakuasi dramatis itu berlangsung sekitar satu jam. Seluruh korban tewas maupun korban luka berhasil diekstraksi dari dalam kendaraan sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Menggala untuk mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) segera memadamkan titik api dan asap di perkebunan sekitar guna mencegah kecelakaan susulan, sementara personel kepolisian mengurai antrean panjang kendaraan yang sempat mengular hingga berjam-jam.

Operasi SAR dinyatakan resmi ditutup pada sore hari usai seluruh bangkai kendaraan dan korban berhasil dievakuasi dari jalur vital tersebut.

Load More