- Belasan jejak diduga harimau ditemukan pekerja PT GGP pada Jumat, 13 Februari 2026, memicu pengecekan Polhut TNWK.
- Polhut TNWK telah melakukan pengecekan atas temuan jejak di area perkebunan nanas yang berbatasan dengan kawasan tersebut.
- Sebelumnya, Polhut TNWK menangkap tiga pemburu rusa di dalam kawasan hutan pada Rabu, 11 Februari 2026.
SuaraLampung.id - Kemunculan belasan jejak tapak kaki yang diduga harimau di area perkebunan PT Great Giant Pineapple (GGP) menjadi perhatian aparat Polisi Hutan (Polhut) Balai Taman Nasional Way Kambas. Jejak tersebut pertama kali diketahui sejumlah pekerja pada Jumat, 13 Februari 2026.
PT GGP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan buah, seperti nanas dan pisang, serta penggemukan sapi. Lokasi perusahaan berbatasan langsung dengan kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas dan hanya dipisahkan oleh aliran sungai.
Konsultan Legal PT GGP, Rosidi, mengimbau seluruh pekerja di wilayah operasional perusahaan, khususnya di Labuhanratu, Lampung Timur, untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan itu disampaikan setelah ditemukan jejak yang diduga tapak harimau di perkebunan nanas wilayah 413.
“Meski jejak ditemukan di area nanas, pekerja di perkebunan pisang juga diminta tetap berhati-hati dan waspada,” kata Rosidi.
Menurut Rosidi, jejak tersebut ditemukan kembali pada Sabtu (14/2/2026) oleh pekerja yang melintas di sela-sela tanaman nanas. Selanjutnya, Polhut dari Balai TNWK melakukan pengecekan ke lokasi dan mendapati belasan jejak yang menunjukkan pergerakan satwa melintas di area tersebut.
Sementara itu, Kepala Satuan Polhut Balai TNWK, Wardi, saat dikonfirmasi mengaku sedang berada di Jakarta dan belum dapat memberikan keterangan rinci. Ia beralasan belum menerima laporan resmi dari anggota yang melakukan pengecekan lapangan. Ketika diminta nomor kontak petugas di lokasi, Wardi enggan memberikannya.
Terpisah, Humas Balai TNWK Riri menyebut populasi Harimau Sumatra di kawasan TNWK masih terdeteksi lebih dari 10 ekor. Pada 2025, kamera trap yang dipasang di sejumlah titik bahkan merekam keberadaan tiga anak harimau.
“Populasi masih ada, lebih dari 10 ekor di dalam hutan TNWK. Kami tidak bisa menyebutkan titik pastinya karena khawatir dimanfaatkan pelaku ilegal untuk perburuan,” ujar Riri.
Terkait temuan jejak di area GGP, Riri menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah jejak tersebut benar milik harimau. Ia juga tidak berani menyimpulkan bahwa satwa dari dalam kawasan hutan keluar dan masuk ke area perusahaan.
Menurutnya, jika benar harimau keluar dari habitatnya, hal itu bisa dipicu gangguan di dalam kawasan, seperti aktivitas ilegal berupa pembakaran hutan maupun perburuan satwa mangsa, seperti menjangan.
Aktivitas perburuan itu sebelumnya terbukti dengan penangkapan tiga pemburu oleh Polhut TNWK pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 02.30 WIB.
Kepala Seksi I Balai TNWK, Rullyy Permana, mengatakan tiga pria asal Lampung Timur nekat masuk kawasan hutan demi memburu rusa untuk dijual dagingnya seharga Rp 50 ribu per kilogram.
“Mereka membawa senjata api rakitan laras panjang dengan 13 butir amunisi kaliber 5x5 milimeter,” kata Rullyy.
Ketiga pelaku berinisial AG (25), SN (35), dan HY (54), warga Desa Rantau Jaya Udik II, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu senjata api rakitan laras panjang, 13 butir amunisi, dua bilah golok, serta sekitar 40 kilogram daging yang diduga berasal dari satu ekor rusa.
“Untuk memastikan jenis satwa, daging tersebut masih akan diuji di laboratorium,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Ibu Merantau demi Nafkah, Ayah Kandung di Lampung Tega Cabuli Putri Sendiri
-
Sensasi Menjelajahi Keindahan Wisata Lampung di MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose
-
Bongkar Love Scamming di Rutan Kotabumi Lampung, Menteri Agus: Kalau Pegawai Terlibat, Proses!
-
Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Sandiwara Anggota TNI AL Gadungan di Bandar Lampung: Jual Motor Kredit Sendiri Tapi Mengaku Dibegal
-
Tak Ada Jawaban dari Balik Pintu, Istri di Lampung Utara Syok Temukan Suami Tewas Tertelungkup
-
Buron Setahun, Pencuri Berkedok Ninja Sarung Diringkus di Panjang
-
Curhat Pilu Bocah Kelas 4 SD di Lampung: Dicabuli Ayah Kandung Saat Ibu Mengadu Nasib di Taiwan
-
Rekam Jejak Bandit yang Menembak Mati Polisi di Lampung: Pernah Kabur dari RS Bhayangkara