- Seorang wisatawan bernama Rizal Wahyudi (29) terseret ombak besar di Pantai Mandiri, Pesisir Barat, Lampung, Sabtu (3/1/2026) sore.
- Tim SAR gabungan, berkoordinasi dengan Polda Lampung, sedang melakukan upaya pencarian intensif terhadap korban yang belum ditemukan.
- Peristiwa ini menyoroti risiko tinggi berenang di Pantai Pesisir Barat yang dikenal sering memiliki gelombang dan arus laut kuat.
SuaraLampung.id - Peristiwa nahas menimpa seorang wisatawan di Pantai Mandiri, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada Sabtu sore (3/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi yang sedianya menjadi tujuan rekreasi berubah menjadi tragedi ketika gelombang besar menyeret salah satu pengunjung ke tengah laut. Hingga kini tim SAR gabungan masih bekerja keras mencari korban yang belum ditemukan.Liputan6+1
Berikut ini rangkuman fakta penting yang perlu diketahui:
1. Identitas Korban: Wisatawan Asal Lampung Utara
Korban yang dilaporkan hanyut adalah Rizal Wahyudi (29), warga Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Ia berkunjung bersama rombongan ke pantai tersebut untuk sekadar bersantai dan berenang.Liputan6
2. Kejadian Terjadi di Pantai Mandiri
Tragedi berlangsung di Pantai Mandiri, sebuah kawasan wisata di Pesisir Barat yang dikenal memiliki ombak besar pada sore hari. Saat itu Rizal tengah berenang bersama rekannya sebelum tiba-tiba terseret arus laut kuat dan menghilang.Liputan6
3. Terseret Ombak Saat Berenang
Korban berenang di perairan laut saat ombak tinggi datang secara tiba-tiba. Meski rekan-rekannya sempat mencoba menyelamatkannya, arus kuat dan gelombang yang tinggi membuat Rizal sulit ditolong.Liputan6
4. Polda Lampung dan Tim SAR Turun Tangan
Polda Lampung, melalui Kabidhumas Kombes Pol Yuni Iswandari, memastikan koordinasi dengan tim SAR gabungan telah dilakukan. Pencarian melibatkan sejumlah unsur yang membagi tugas menyisir area laut dan garis pantai.Liputan6
5. Pencarian Masih Berlanjut
Hingga hari kedua, pencarian korban belum membuahkan hasil. Tim penyisir dibagi dalam dua sektor, yakni perairan dekat lokasi hilangnya korban dan sepanjang garis pantai ke arah barat serta timur dari titik awal.Harian Waktu Lampung Online
6. Imbauan Warga dan Wisatawan
Polda Lampung mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk lebih waspada saat beraktivitas di pantai, terutama ketika ombak dan arus laut tidak bersahabat. Cuaca dan kondisi laut harus menjadi pertimbangan utama sebelum berenang.Inspiratif.co.id
7. Pantai Pesisir Barat Sering Berombak Besar
Pantai di daerah Pesisir Barat dikenal dengan ombaknya yang kuat, khususnya pada sore hingga malam hari. Wisatawan sering kali didorong untuk berhati-hati ketika memilih lokasi berenang di perairan tersebut karena arus yang bisa berubah cepat.Wikipedia
Baca Juga: Kaldera Lampung 2026: Daftar Event dan Festival Budaya di Lampung Sepanjang Tahun
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa aktivitas di kawasan pantai tetap berisiko, meskipun dimaksudkan untuk rekreasi. Selama pencarian masih berlangsung, harapan besar dipasang agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Tag
Berita Terkait
-
Kaldera Lampung 2026: Daftar Event dan Festival Budaya di Lampung Sepanjang Tahun
-
6 Fakta Minibus Tabrak Tiang Listrik, Polisi Muda Tewas di Bandar Lampung
-
3 Rumah Makan Seruit Paling Nampol di Bandar Lampung untuk Pecinta Pedas
-
3 Lokasi Pemandian Air Panas di Kaki Gunung Rajabasa untuk Wisata Relaksasi di Lampung
-
7 Air Terjun Tertinggi dan Paling Megah di Lampung untuk Liburan Petualangan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah