- GDS (16) dipastikan kembali bersekolah melalui Kejar Paket B
- Penyebab putus sekolah bukan perundungan, melainkan kendala ekonomi
- Keluarga GDS kini terdaftar sebagai penerima manfaat PKH
SuaraLampung.id - Ingat kisah GDS (16), mantan siswi SMPN 13 Bandar Lampung yang videonya viral mengaku berhenti sekolah karena menjadi korban bullying?
Kisahnya sempat menggegerkan jagat maya dan memancing empati publik, bahkan tagar #SaveGDS sempat ramai di media sosial. Kini, ada kabar gembira dari GDS.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memastikan GDS bisa kembali mengejar mimpinya.
Setelah berkoordinasi intensif dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandar Lampung, tidak ditemukan indikasi perundungan yang menyebabkan GDS berhenti sekolah.
"Kami sudah berkoordinasi dengan UPTD PPA Kota Bandar Lampung dan tidak ditemukan indikasi adanya perundungan yang menyebabkan anak berhenti sekolah. Saat ini, prioritas utama kami adalah memastikan anak kembali bersekolah dan yang bersangkutan telah berkenan melanjutkan pendidikan melalui program Kejar Paket B," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa sejak Februari 2024, ibu GDS memang telah mengajukan surat pindah sekolah ke pesantren sesuai keinginan anaknya.
Namun, diduga kuat karena keterbatasan ekonomi, GDS belum dapat melanjutkan pendidikan di pesantren yang dituju.
Fakta ini diperkuat oleh Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung yang juga bergerak cepat menelusuri kebenaran di balik video viral tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni, bahkan menunjukkan bukti surat permohonan pindah sekolah bertanggal 7 Februari 2024 yang ditandatangani ibu kandung GDS.
Baca Juga: DPRD Telusuri Kasus Siswi SMPN 13 Bandar Lampung Berhenti Sekolah karena Bully, Ini Hasilnya
"Hasil penelusuran kami di lapangan membuktikan bahwa siswi bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri sejak tahun lalu. Orang tuanya sendiri yang tanda tangan surat pindah untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren di Bandar Lampung," tegas Asroni.
Kini, KemenPPPA bersama UPTD PPA dan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung berkomitmen penuh untuk memantau keberlanjutan pendidikan GDS. Pendampingan psikososial juga akan terus diberikan agar semangat belajar GDS tetap terjaga.
Tak hanya itu, keluarga GDS yang saat ini tinggal bersama ibu, kakak, dan adik-adiknya dan sempat membantu ibunya mencari barang bekas, juga telah terdaftar sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
"Kami pastikan keluarga telah terdaftar sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) melalui koordinasi dengan Dinas PPA, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial Kota Bandar Lampung serta instansi terkait lainnya. Ibu dari anak juga sudah diberikan edukasi terkait larangan melibatkan anak dalam mencari nafkah," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Menteri Arifah Fauzi berharap dukungan yang diberikan dapat membuka kesempatan baru bagi GDS untuk menuntaskan pendidikannya dan membangun masa depan yang lebih baik.
KemenPPPA menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak di Indonesia terlindungi dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi, serta memperoleh hak-haknya termasuk hak sipil dan pendidikan yang layak tanpa hambatan sosial maupun ekonomi. (ANTARA)
Berita Terkait
-
DPRD Telusuri Kasus Siswi SMPN 13 Bandar Lampung Berhenti Sekolah karena Bully, Ini Hasilnya
-
Siswi SMP Disekap di Penginapan di Bandar Lampung Diduga Dilecehkan, Ibu Korban Histeris
-
Satpam Cabuli Siswi SD Berulang Kali di Pringsewu, Modus Iming-Iming Uang Jajan
-
Terjebak Rayuan Beracun, Siswi SMA di Pringsewu Jadi Korban Pemerasan Video Asusila Pacar
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan
-
Anggaran Wisata Religi Bandar Lampung jadi Sorotan BPK
-
Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Semrawut yang Merusak Estetika Kota
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud Perkuat Pemberdayaan UMKM